Jumat, 10 Mei 2024 10:15

PT Vale Fasilitasi 29 Anak Muda Luwu Timur Menuju Pendidikan Tinggi

Rakyatku.com
Konten Redaksi Rakyatku.Com
PT Vale anak muda dari lima desa di Loeha Raya, Kabupaten Luwu Timur, Sulsel, menuju perguruan tinggi melalui bimbingan belajar (bimbel). (Foto: PT Vale Indonesia)
PT Vale anak muda dari lima desa di Loeha Raya, Kabupaten Luwu Timur, Sulsel, menuju perguruan tinggi melalui bimbingan belajar (bimbel). (Foto: PT Vale Indonesia)

PT Vale Indonesia, melalui program bimbingan belajar (bimbel) masuk perguruan tinggi, memfasilitasi 29 anak muda dari lima desa di Luwu Timur, Sulsel, untuk melanjutkan pendidikan sarjana. Program ini berlangsung selama 20 hari dengan bekerja sama PT Batara Bisnis Berkelanjutan.

RAKYATKU.COM, LUWU TIMUR - PT Vale Indonesia terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya nanusia (SDM) secara berkelanjutan. Komitmen tersebut sejalan dengan nilai-nilai PT Vale, yakni komitmen terhadap keberlanjutan dalam upaya pengembangan dan peningkatan kualitas pendidikan generasi muda yang ada di area operasional PT Vale.

Melalui pelaksanaan program bimbingan belajar (bimbel) masuk perguruan tinggi, PT Vale memfasilitasi 29 anak muda dari lima desa di Loeha Raya, Kabupaten Luwu Timur, Sulsel, area operasional PT Vale untuk lanjut ke jenjang pendidikan sarjana.

Program bimbel diadakan selama 20 hari, 15 Apri hingga 5 Mei 2024 di Hotel Amaris Makassar bekerja sama lembaga pengajar PT Batara Bisnis Berkelanjutan.

Baca Juga : PT Vale Serahkan Alkes dan Paket Makanan Sehat ke Sembilan Puskesmas di Luwu Timur

Director External Relations PT Vale, Endra Kusuma, mengatakan program dilaksanakan sebagai bentuk komitmen perseroan untuk membangun SDM unggul di wilayah Loeha Raya.

Kata dia, memiliki SDM unggul merupakan hal yang penting bagi perusahaan. Selama 55 tahun beroperasi, PT Vale fokus membangun SDM melalui Yayasan Pendidikan Sorowako dan Akademi Teknik Sorowako, hadirnya program di Blok Tanamalia tersebut diharapkan semakin menguatkan kepedulian perusahaan mencerdaskan generasi muda.

“Kami juga ingin membangun talenta lokal di Loeha Raya. Semoga anak-anak kita di sini tidak hanya menjadi tenaga kerja di level operator. Tapi punya kemampuan yang lebih agar bisa menjabat di posisi manajemen PT Vale nantinya. Ini semua butuh proses, tapi kalau kita fokus dan konsisten, hasilnya ke depan pasti lebih baik,” katanya.

Baca Juga : PT Vale Rehabilitasi 200 Hektare Lahan DAS di Bali, Wujud Komitmen Keberlanjutan

Pada program tersebut, para peserta tidak hanya diberikan materi dan latihan soal, tapi juga dibimbing untuk memilih kampus dan jurusan yang menjadi peminatan mereka.

Selain itu, peserta juga menerima motivasi dari akademisi Universitas Hasanuddin (Unhas) sekaligus ahli pengembangan kapasitas, Syarifuddin Parenreng. Bahkan, berkesempatan berdialog langsung dengan Vice President Direktur PT Vale, Adriansyah Chaniago.

Dalam dialog bersama, beragam pertanyaan muncul dari para peserta, seperti apa saja bentuk komitmen perusahaan dalam memajukan dunia pendidikan serta seberapa besar peluang dari talenta lokal Loeha Raya untuk bergabung di PT Vale.

Baca Juga : Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT Vale Ajak Ibu PKK Se-Loeha Raya Belajar Daur Ulang Sampah Plastik

Adriansyah memaparkan, perseroan memiliki program beasiswa untuk anak kuliah, tidak hanya S1 bahkan hingga jenjang S2 dan S3, dengan mengutamakan masyarakat lokal Luwu Timur dan berprestasi.

Adriansyah menambahkan, perusahaan sangat terbuka dan senang jika talenta lokal berkontribusi untuk membangun daerahnya. Namun, perlu diketahui kesempatan bekerja tidak hanya satu-satunya dari PT Vale. Begitu banyak kesempatan berkarier di sektor publik dan swasta yang terbuka di era ini. Termasuk bisa membuka lapangan kerja secara mandiri.

Dari hasil bimbingan, sebanyak 29 peserta sudah mendaftarkan diri di kampus yang diminatinya. Ada 14 orang mendaftar di perguruan tinggi negeri (PTN) dan 15 orang lainnya di perguruan tinggi swasta (PTS) yang bekerja sama dengan kementerian.

Baca Juga : PT Vale Kembali Fasilitasi Uji Kompetensi Wartawan, Dewan Pers Apresiasi

Salah seorang peserta yang berasal dari Desa Masiku, Mujahidah As-Sahra, menyampaikan rasa syukur dapat diberi kesempatan mengikuti bimbingan belaja, meski awalnya ragu mendaftarkan diri. Kata dia, para tentor begitu peduli dan sabar menghadapi perkembangan belajarnya.

“Soal try out yang diberikan kepada kami selama karantina itu sulit sekali. Skor saya masih di bawah. Tapi, saat tes kemarin, soalnya jadi terasa lebih mudah. Saya optimis bisa lolos tes. Terima kasih untuk bimbingannya para tentor,” ungkapnya.

#PT Vale Indonesia