RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN) menjadikan Provinsi Sulawesi Selatan sebagai salah satu provinsi yang menjadi lokus program pelatihan keamanan informasi “Born To Defense”.
Baca Juga : Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Nanas, Mantan Pj Gubernur: Saya Pastikan Clear and Clean
Baca Juga : Kasus Pelecehan di Lingkungan Kampus Mencuat, Pemprov Sulsel Tegaskan Komitmen Perlindungan
BSSN bekerja sama dengan Dinas Kominfo SP Pemprov Sulsel sebagai penyelenggara. Pelatihan ini melibatkan ASN yang memiliki fungsional keamanan informasi atau sandiman. Penyelenggaraan pelatihan ini dilaksanakan pada 26 Februari-1 Maret 2024 di Command Center Pemprov Sulsel.
Baca Juga : Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Nanas, Mantan Pj Gubernur: Saya Pastikan Clear and Clean
Baca Juga : Kasus Pelecehan di Lingkungan Kampus Mencuat, Pemprov Sulsel Tegaskan Komitmen Perlindungan
Pelatihan ini untuk peningkatan kompetensi SDM Siber dan sandi melalui Pelatihan Skema Level I Security Operations Center Analyst untuk Pengelola Keamanan Siber Sektor Infrastruktur Informasi Vital di Lingkungan Pemerintahan Provinsi Sulawesi Selatan.
Baca Juga : Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Nanas, Mantan Pj Gubernur: Saya Pastikan Clear and Clean
Baca Juga : Kasus Pelecehan di Lingkungan Kampus Mencuat, Pemprov Sulsel Tegaskan Komitmen Perlindungan
Baca Juga : Gubernur Sulsel Terima Penghargaan Nasional pada Ajang National Governance Awards
“Terima kasih kepada BSSN yang telah memilih Sulsel sebagai lokus pelatihan sjema level I security operations center analyst. Kegiatan Ini sangat penting untuk meningkatkan keamanan informasi di masing masing IPPD (instansi pusat dan pemerintah daerah) di Sulsel,” ujar Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika Diskominfo SP Sulsel Sultan Rakib dalam sambutan penutupannya, Jumat (1/3/2024).
Baca Juga : Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Nanas, Mantan Pj Gubernur: Saya Pastikan Clear and Clean
Baca Juga : Kasus Pelecehan di Lingkungan Kampus Mencuat, Pemprov Sulsel Tegaskan Komitmen Perlindungan
Sultan Rakib mengatakan, keamanan informasi menjadi pilar penting pengembangan arsitektur SPBE di setiap IPPD tak terkecuali di Pemprov Sulsel. “Dari enam domain arsitektur SPBE, aplikasi, layanan, infrastruktur, data, proses bisnis, keamanan menjadi hal terpenting. Paradigma kita membangun pemerintahan digital, keamanan harus juga menjadi pilar utama,” beber Sultan.
Baca Juga : Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Nanas, Mantan Pj Gubernur: Saya Pastikan Clear and Clean
Baca Juga : Kasus Pelecehan di Lingkungan Kampus Mencuat, Pemprov Sulsel Tegaskan Komitmen Perlindungan
Sementara itu Ketua Tim Penyelenggaraan Pelatihan Pusbang SDM BSSN Dian Surgawiwaha, S.T, M.T mengatakan, kegiatan ini memang sudah menjadi agenda rutin dari BSSN.
Baca Juga : Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Nanas, Mantan Pj Gubernur: Saya Pastikan Clear and Clean
Baca Juga : Kasus Pelecehan di Lingkungan Kampus Mencuat, Pemprov Sulsel Tegaskan Komitmen Perlindungan
Baca Juga : Sulsel Dapat 25 Sapi Kurban dari Presiden, Berasal dari Peternak Lokal
“Kita berharap ini bisa maksimal, dan mengangkat keamanan cyberg di Sulsel,” ujarnya.
Baca Juga : Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Nanas, Mantan Pj Gubernur: Saya Pastikan Clear and Clean
Baca Juga : Kasus Pelecehan di Lingkungan Kampus Mencuat, Pemprov Sulsel Tegaskan Komitmen Perlindungan
Usai penutupan, Sultan Rakib dan Dian Surgawiwaha memberikan sertifikat kepada peserta ya g berprestasi dan memperlihatkan potensinya selama pelatihan.
