Rabu, 01 November 2023 06:56

Wali Kota Makassar Minta Tanggung Jawab Sosial PLN Pasca Kebakaran di SMP Negeri 8

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, saat meninjau lokasi kebakaran di Jalan Baji Gau, Makassar, Senin (30/10/2023). (Foto: Pemkot Makassar)
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, saat meninjau lokasi kebakaran di Jalan Baji Gau, Makassar, Senin (30/10/2023). (Foto: Pemkot Makassar)

Wali Kota Makassar mengharapkan PLN bertanggung jawab sosial setelah kebakaran di SMP Negeri 8 Makassar akibat korsleting kipas angin saat pemadaman bergilir, meminta PLN memberi edukasi dan bantuan mendiagnosa kabel rawan kepada masyarakat untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Ia juga menekankan perlunya edukasi seimbang dan sanksi bagi masyarakat terkait keterlambatan pembayaran tagihan listrik.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, mengharapkan PLN harus memiliki tanggung jawab sosial di tengah pemadaman bergilir dan bahaya kebakaran.

Pasalnya, insiden kebakaran yang terjadi di SMP Negeri 8 Makassar, Senin (30/10/2023), diakibatkan korsleting kipas angin yang tak dimatikan saat terjadi pemadaman bergilir.

 

Ia menceritakan, pada saat aktivitas sekolah semua perangkat termasuk kipas angin dan lainnya dalam keadaan hidup. Lalu terjadi mati lampu selama empat jam dan semua pulang. Setelah itu, listrik nyala maka perangkat yang tak dimatikan aktif kembali. Hal itulah yang menjadi penyebab muncul percikan api dan terjadilah kebakaran.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Janji Alokasikan Rp1 Miliar Dana Hibah untuk Masjid Al-Markaz

"Saya kira jalan keluarnya adalah PLN harus punya tanggung jawab sosial. Kita, kan, tidak mengerti soal naik tegangan atau turun, siapa yang tahu. Kadang-kadang tegangan turun, rusak," ujar Danny Pomanto, sapaan akrab Wali Kota Makassar, Selasa, (31/10/2023).

"PLN bisa memberi pencerdasan kepada seluruh masyarakat kalau perlu bantu untuk mendiagnosis kabel yang sudah rawan. Masyarakat ini, kan, tidak tahu kasihan. Jangankan masyarakat saya saja tidak tahu mana kabelku yang bagus atau tidak," harap dia.

Awal kebakaran di SMP Negeri 8 Makassar terekam di CCTV bahwa kipas angin korsleting sampai muncul percikan api.

Baca Juga : Kebijakan Beli Elpiji 3 Kg Pakai KTP, Pemkot Makassar Akan Intens Pantau

Danny Pomanto tak ingin kejadian ini terulang kembali. Apalagi sehari sebelumnya, kebakaran juga menelan dua korban; ibu dan anak. "Saya rasa ini cukup dua korban. Saya miris sekali, padahal ini orang dititipkan ke mertuanya. Jadi, saya sangat sedih sekali dengar. Apalagi cerita-cerita penyelamatan anak itu," ungkapnya.

Ia menginginkan agar sikap PLN juga berimbang. Di antara adanya pemadaman harus pula ada edukasi. Sebaliknya, jika masyarakat lambat bayar, maka masyarakat juga diberi sanksi. 

#pemkot makassar #Mohammad Ramdhan Pomanto