Jumat, 18 November 2022 09:27

Mengenal Aplikasi Penilaian Kinerja Karyawan, Definisi, Tujuan, dan Cara Melakukannya

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Artikel kali ini akan membahas tentang penilaian kinerja, mulai dari definisi hingga jenis-jenis metode penilaian kinerja, hingga aplikasi penilaian kinerja. Simak artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penilaian kinerja.

RAKYATKU.COM - Mengukur kinerja karyawan Anda adalah salah satu alat terpenting dalam mengevaluasi keberhasilan dan mendorong peningkatan bagi perusahaan Anda. Evaluasi kinerja ini umum disebut penilaian kinerja. Proses ini dapat dibantu pengerjaannya menggunakan aplikasi penilaian kinerja.

Artikel kali ini akan membahas tentang penilaian kinerja, mulai dari definisi hingga jenis-jenis metode penilaian kinerja, hingga aplikasi penilaian kinerja. Simak artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penilaian kinerja.

Definisi Penilaian Kinerja
Dalam perusahaan, manajer didorong untuk terlibat dengan karyawannya dalam menetapkan tujuan, mencatat kemajuan, dan memberikan feedback untuk perkembangan karyawannya. Proses ini dilakukan oleh manajer melalui penilaian kinerja.

Penilaian kinerja adalah sebutan untuk tinjauan rutin kinerja pekerjaan dan kontribusi karyawan secara menyeluruh untuk perusahaan. Penilaian kinerja dikenal juga sebagai tinjauan tahunan, tinjauan atau evaluasi kinerja, atau penilaian karyawan. Penilaian kinerja merupakan evaluasi sistematis atas kinerja karyawan dan untuk memahami kemampuan seseorang untuk pertumbuhan dan perkembangan lebih lanjut.

Penilaian kinerja mencakup evaluasi keterampilan, pencapaian, dan pertumbuhan karyawan, bahkan kekurangan yang dimiliki karyawan. Penilaian ini digunakan oleh perusahaan untuk memberikan gambaran besar kepada karyawan tentang pekerjaan mereka dan untuk membenarkan kenaikan gaji dan bonus, serta keputusan pemutusan hubungan kerja.

 

Penilaian kinerja pada umumnya dilakukan secara sistematis, antara lain dengan cara sebagai berikut.
-Supervisor mengukur gaji karyawan dan membandingkannya dengan target dan rencana
-Supervisor menganalisis faktor-faktor yang melatarbelakangi prestasi kerja karyawan
-Pemimpin perusahaan berada dalam posisi untuk membimbing karyawan untuk kinerja yang lebih baik

Tujuan Penilaian Kinerja
Penilaian kinerja membantu karyawan dan manajer mereka dalam membuat rencana untuk pengembangan karyawan melalui pelatihan tambahan dan peningkatan tanggung jawab, serta untuk mengidentifikasi cara karyawan dapat meningkatkan dan bergerak maju dalam karir mereka.

Sponsored by MGID

Tujuan dilakukannya penilaian kinerja bagi perusahaan, antara lain:
-Untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan karyawan untuk menempatkan orang yang tepat pada pekerjaan yang tepat
-Untuk memelihara dan menilai potensi yang ada dalam diri seseorang untuk pertumbuhan dan perkembangan lebih lanjut
-Untuk mempengaruhi kebiasaan kerja karyawan
-Untuk memelihara catatan untuk menentukan paket kompensasi, struktur upah, kenaikan gaji, dan lain-lain
-Untuk memberikan feedback kepada karyawan mengenai kinerja mereka dan status terkait
-Untuk meninjau dan mempertahankan promosi dan program pelatihan lainnya

Kriteria Penilaian Kinerja
Ada tiga macam kriteria yang sering digunakan dalam proses penilaian kinerja karyawan, yaitu:
-Hasil kerja individu. Jika hasil kerja adalah aspek kerja yang diutamakan pada jabatan tersebut, maka hasil kerja individu dapat dijadikan kriteria penilaian.
-Perilaku. Pada banyak jabatan, sulit menentukan keluaran tertentu yang dapat dijadikan kriteria penilaian. Pada jabatan semacam ini, pihak manajemen dapat menggunakan perilaku sebagai kriteria penilaian. Sebab, perilaku merupakan faktor penentu efektivitas kerja karyawan. Perilaku yang dinilai tidak selalu perilaku yang secara langsung berkaitan dengan produktivitas. Yang penting perilaku tersebut membantu efektivitas kerja organisasi.
-Traits. Traits adalah karakterisitik individu yang sering tampil dan menggambarkan tingkah laku individu. Traits adalah kriteria penilaian yang paling lemah karena dari ketiga kriteria yang ada, traits adalah yang paling jauh dari performa individu yang sebenarnya. Sifat yang baik atau dapat diharapkan adalah kriteria yang tidak terkait dengan performa kerja. Di dalam interaksi sosial sifat-sifat semacam ini cenderung untuk diperhatikan orang lain, termasuk oleh atasan langsung.

Sementara, menurut Schuler dan Jackson (2006), terdapat tiga kriteria dalam penilaian kinerja, yaitu:
-Kriteria berdasarkan sifat, yaitu memusatkan diri pada karakteristik pribadi seorang karyawan, loyalitas, keandalan, kemampuan berkomunikasi, dan keterampilan memimpin. Jenis kriteria ini memusatkan diri pada bagaimana seseorang, bukan apa yang dicapai atau tidak dicapai seseorang dalam pekerjaannya.
-Kinerja berdasarkan perilaku, yaitu terfokus pada bagaimana pekerjaan dilaksanakan. Kriteria ini penting bagi pekerjaan yang membutuhkan hubungan antar personal.
-Kinerja berdasarkan hasil. Kriteria ini berfokus pada apa yang telah dicapai atau dihasilkan ketimbang bagaimana sesuatu dicapai atau dihasilkan. Kriteria ini sering dikritik karena meninggalkan aspek kritis pekerjaan yang penting seperti kualitas.

Jenis Metode Penilaian Kinerja

Sebagian besar penilaian kinerja bersifat top-down, dimana supervisor mengevaluasi karyawan mereka tanpa masukan lain. Tetapi perlu Anda ketahui bahwa teknik penilaian kinerja tidak hanya itu saja.

Penting bagi Anda untuk memiliki pengetahuan tentang berbagai teknik penilaian kinerja agar dapat memilih opsi terbaik dan menerapkan teknik yang paling efektif. Berikut adalah beberapa jenis metode penilaian kinerja:

1. Self-assessment
Metode self-assessment adalah metode penilaian kinerja dimana individu menilai kinerja dan perilaku pekerjaan mereka sendiri. Metode ini sangat tidak populer di kalangan karyawan karena tidak ada karyawan yang bisa menangani penilaian dirinya sendiri. Lembar penilaian diri self-assessment kemudian dibandingkan dengan yang diisi oleh manajer, dan perbedaannya didiskusikan.

2. Peer Assessment
Penilaian kinerja dengan peer assessment adalah penilaian karyawan yang dilakukan oleh kelompok kerja individu atau rekan kerja.

3. 360-degree Feedback Assessment
Metode penilaian 360-degree feedback melibatkan pemberian kuesioner dengan pertanyaan mengenai kinerja rekan kerja yang mereka butuhkan untuk mengisinya. Manajer dapat mempertimbangkan feedback ini dengan mengevaluasi kinerja pada akhir kuartal atau tahun. Untuk metode ini, feedback yang diperoleh dapat berasal dari individu, supervisor, ataupun rekan kerja.

4. Technological atau Administrative Performance Appraisal
Teknik penilaian kinerja ini lebih berfokus terhadap aspek teknis daripada aspek kinerja lainnya pada pekerjaan. Hal ini karena karyawan yang dinilai adalah mereka yang memiliki keterampilan khusus, dan dinilai berdasarkan keterampilan yang mereka miliki dan aktivitas yang telah mereka selesaikan. Proses ini dapat dibantu pengerjaannya menggunakan aplikasi penilaian kinerja.

5. Manager Performance Appraisal
Kinerja seorang manajer juga harus dinilai. Penilaian ini tidak hanya mencakup kinerjanya di tempat kerja tetapi juga manajemen hubungannya dengan klien yang dimilikinya. Proses ini dapat dibantu pengerjaannya menggunakan aplikasi penilaian kinerja. Umumnya pada penilaian untuk manajer akan digunakan formulir feedback anonim, yang kemudian dipertimbangkan untuk penilaian.

6. Sales Performance Appraisal
Seorang salesperson dievaluasi berdasarkan keterampilan penjualannya dan pencapaian tujuan keuangan yang telah ditetapkan sebelumnya. Sasaran yang ditetapkan dalam penjualan harus bersifat realistis dan cara mencapainya harus diputuskan oleh karyawan dan manajer yang bersangkutan.

7. Project Evaluation Review
Metode penilaian kinerja ini melibatkan penilaian kinerja anggota tim yang terlibat pada akhir dari setiap proyek dan bukan pada akhir setiap tahun. Penilaian kinerja ini membantu tim dan anggotanya berkembang dengan setiap proyek yang telah mereka lewati. Proses ini dapat dibantu pengerjaannya menggunakan aplikasi penilaian kinerja.

8. Mengenal Formulir Penilaian Kinerja
Umumnya, penilaian kinerja dilakukan tahunan, setengah tahunan, atau triwulanan.
Anda dapat melakukan penilaian dengan menggunakan alat, yaitu formulir penilaian kinerja. Formulir ini dapat Anda rujuk di kemudian hari selama evaluasi karyawan atau tinjauan kinerja.
Formulir penilaian kinerja adalah dokumen yang digunakan oleh manajer dan staff HR untuk mengevaluasi kinerja karyawan. Formulir ini seringkali menyertakan peringkat dan ruang untuk komentar terkait kinerja karyawan. Proses ini dapat dibantu pengerjaannya menggunakan aplikasi penilaian kinerja.

Melalui formulir penilaian, manajer akan melacak pencapaian dan kontribusi karyawan selama periode tertentu. Anda juga dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan karyawan Anda.

Cara Membuat Formulir Penilaian Kinerja
Formulir penilaian kinerja yang dibuat dengan baik akan membantu Anda dan karyawan. Anda dapat mengikuti langkah-langkah ini untuk membuat formulir penilaian kerja bagi karyawan Anda.

Anda dapat membuat formulir penilaian kinerja yang telah disesuaikan dengan tujuan perusahaan Anda dengan metrik yang ingin Anda lacak terkait karyawan Anda. Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda sertakan saat membuat formulir penilaian kinerja.

1. Rubrik Penilaian
Pikirkan tujuan utama dari peran karyawan dan pisahkan ke dalam kategori yang berbeda. Kemudian, beri nilai tergantung seberapa baik mereka memenuhi setiap tujuan. Sistem penilaian yang umum adalah skala penilaian 5 poin. Buat definisi setiap penilaian detail untuk membantu manajer di departemen yang berbeda agar dapat memberi nilai karyawannya secara konsisten.

2. Prestasi atau Pencapaian Karyawan
Sebagian besar pemimpin akan mengisi formulir penilaian baru untuk setiap tinjauan kinerja. Soroti pencapaian terbesar karyawan selama periode peninjauan. Sertakan juga proyek apa saja yang berhasil diselesaikan oleh karyawan tersebut atau apa yang mereka lakukan dengan baik.

3. Perkembangan yang Diperlukan Karyawan
Anda juga dapat mencantumkan apa yang dapat ditingkatkan oleh karyawan. Misalnya, seorang karyawan mungkin tidak berkomunikasi dengan baik dengan timnya, atau kecenderungan datang terlambat, sehingga mengganggu produktivitas mereka.

4. Perkembangan Sejak Tinjauan Terakhir
Jika karyawan telah melakukan tinjauan kinerja, catat hal0hal yang mereka miliki atau belum mereka perbaiki sejak pertemuan terakhir. Tulis dengan detail tindakan apa yang mereka ambil untuk memenuhi tujuan sebelumnya. Dengan merenungkan apa yang dapat membantu mereka berhasil, mereka dapat menggunakan wawasan ini untuk mencapai tujuan baru mereka.

5. Tujuan Profesional Karyawan
Pada bagian ini, Anda dapat membantu karyawan untuk membuat tujuan profesional baru untuk periode peninjauan berikutnya. Pilih tujuan SMART (Specific, Measurable, Attainable, Relevant, Time-bound) sehingga karyawan lebih mungkin untuk mencapai tujuan ini dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

6. Komentar dari Karyawan
Bagian ini memungkinkan karyawan untuk menjelaskan diri mereka sendiri secara tertulis. Pada bagian komentar, mereka dapat memasukkan mengapa kinerja mereka tidak memenuhi standar perusahaan, atau mereka dapat mengungkapkan apa yang mereka sukai dari posisi mereka.

Lakukan Penilaian Kinerja dengan Aplikasi Penilaian Kinerja Mekari Talenta
Anda dapat mengevaluasi kinerja dan kemampuan karyawan secara sistematis bersama dengan bantuan aplikasi penilaian kinerja Mekari Talenta. Fitur Performance Management yang disediakan oleh aplikasi penilaian kinerja Mekari Talenta memungkinkan perusahaan Anda untuk dapat menilai kinerja karyawan.

 Beberapa metode yang disediakan oleh aplikasi penilaian kinerja Mekari Talenta untuk penilaian kinerja adalah:

1. Objective Key Result (OKR)
Selain KPI, Anda dapat menggunakan OKR untuk mengukur kinerja. OKR melakukan penilaian berdasarkan objective (target utama) dan dicapai melalui tindakan yang terukur dan kuantitatif (key result). OKR ini juga diberikan kepada Management kepada karyawan nya untuk mengukur kinerja dari periode tertentu.

2. Performance Review
Aplikasi penilaian kinerja Mekari Talenta memungkinkan evaluasi kinerja dan kemampuan karyawan secara sistematis, dengan beberapa metode yang disediakan diantaranya 360-feedback review dan self-review. Hasil evaluasi aplikasi penilaian kinerja ini kemudian dapat Anda gunakan untuk merencanakan pengembangan karir lebih lanjut.

Selain memfasilitasi penilaian kinerja karyawan, aplikasi penilaian kinerja kami juga menyediakan berbagai fitur untuk membantu HR dalam melaksanakan tanggung jawabnya. Beberapa fitur lain itu, antara lain absensi online, payroll, pengajuan cuti, persetujuan klaim, dan lain-lain.

Tertarik untuk mencoba kemudahan yang diberikan aplikasi penilaian kinerja Mekari Talenta? Kunjungi Talenta.co. untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Mekari Talenta.

#Ulasan Aplikasi Penilaian Kinerja Karyawan