Kamis, 17 November 2022 15:34

Waspada Varian Baru Covid-19, Wali Kota Parepare Ingatkan Disiplin Prokes

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Wali Kota Parepare, Taufan Pawe.
Wali Kota Parepare, Taufan Pawe.

"Ingat-ki semua para camat dan lurah serta tim pasar murah, saya perintahkan tegakkan-ki protokol kesehatan dan edukasi masyarakat untuk tetap patuh protokol kesehatan karena saat ini ada varian baru Covid-19," kata Taufan Pawe, Wali Kota Parepare.

RAKYATKU.COM, PAREPARE - Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare mengingatkan pentingnya menerapkan protokol kesehatan (prokes) saat aktivitas masyarakat yang perlahan mulai normal di tengah pandemi Covid-19.

Hal itu menyusul ditemukannya varian baru Covid-19, yakni XBB dan BQ.1, yang dilaporkan mulai mendominasi kasus harian Covid-19 di Indonesia.

 

Peringatan ini diungkap Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, saat melepas tim pasar murah Pemkot Parepare di depan gerbang utama rumah jabatan Wali Kota Parepare, Rabu (16/11/2022).

Baca Juga : Gubernur Sulsel dan Taufan Pawe Sepakat Tunda Perayaaan Hari Jadi Parepare

"Ingat-ki semua para camat dan lurah serta tim pasar murah, saya perintahkan tegakkan-ki protokol kesehatan dan edukasi masyarakat untuk tetap patuh protokol kesehatan karena saat ini ada varian baru Covid-19," kata Taufan.

Peringatan Taufan ini karena tim pasar murah akan turun mendistribusikan paket barang kebutuhan pokok. Pasar murah akan berlangsung sepekan di 22 atau seluruh kelurahan di Parepare.

Di Jakarta, Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Mohammad Syahril, menyebut baik varian XBB maupun BQ.1, menyumbang lebih dari 20 persen penambahan kasus baru di tanah air.

Baca Juga : TP Dukung Penuh Hadirnya Fakultas Kedokteran UNM di Parepare

"Varian XBB dan BQ.1 mulai mendominasi. Saat ini 25 persen kasus konfirmasi didominasi varian baru. Mungkin nanti akan (mendominasi kasus harian) semuanya, seperti halnya dulu BA.4 dan BA.5," kata Syahril dalam konferensi pers, Rabu (16/11/2022). Syahril meminta masyarakat segera divaksinasi Covid-19 booster.

Sponsored by MGID

Kemenkes mencatat, 74 persen pasien Covid-19 yang meninggal usai terpapar belum divaksinasi booster. Sementara, lebih dari 80 persen yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19 belum menerima booster.

"Vaksin ini adalah upaya kita memberikan antibodi agar seseorang itu memberikan kekuatan untuk kekebalan. Dengan masuk varian baru sekalipun, dia (gejalanya) akan lebih ringan dari orang yang tidak divaksin," terangnya.

Baca Juga : Bahas Pencegahan dan Penanganan Banjir DPRD Parepare Gelar Rapat Gabungan Komisi

"Begitu juga dengan yang di-booster, akan lebih besar antibodinya dibandingkan yang tidak di-booster," imbuhnya.

Penulis : Hasrul Nawir
#Pemkot Parepare #COVID-19 Parepare #taufan pawe