RAKYATKU.COM, JAKARTA — Perjalanan mudik biasanya identik dengan masalah sinyal yang tiba-tiba hilang di tengah perjalanan. Namun pengalaman berbeda ditunjukkan oleh duo kreator konten Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan melalui program #DVET “Perjalanan Menuju Lebih Baik”.
Dalam perjalanan dari Jakarta menuju Yogyakarta, keduanya berhasil mencetak rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori livestream TikTok nonstop terlama di jalur mudik, dengan siaran langsung selama 11 jam tanpa terputus.
Sepanjang perjalanan, Dave dan Iwet mengajak para pengikutnya untuk ikut “mudik bareng” secara virtual melalui siaran langsung yang tetap stabil meski dilakukan di tengah mobilitas tinggi. Konten livestream tersebut diisi dengan obrolan santai, cerita perjalanan, hingga refleksi Ramadan bersama sejumlah bintang tamu seperti Dion Haryadi, Lutfi Afansyah, Boah Sartika, Gian Pratama, serta Ustadz Alfie.
Baca Juga : Indosat Garap Segmen Haji, Paket Tri Ibadah Tawarkan Kuota Besar dan Fleksibel
Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan menyebut perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa konektivitas digital kini menjadi bagian penting dari pengalaman mudik.
“Seru sekali bisa membawa followers ikut ‘mudik bareng’ secara virtual. Dari awal perjalanan sampai mendekati Jogja semuanya terasa sangat lancar. Rasanya seperti perjalanan panjang yang ditemani jutaan orang,” ujar mereka.
Didukung Jaringan Indosat di Jalur Mudik
Baca Juga : Telkom Sapu Bersih Penghargaan Konektivitas Digital 2026, Perkuat Peran Strategis di Ekonomi Nasional
Keberhasilan livestream sepanjang perjalanan tersebut turut didukung kesiapan jaringan Indosat Ooredoo Hutchison yang telah dioptimalkan untuk menghadapi lonjakan trafik selama periode mudik Lebaran.
Melalui program Ekspedisi Jaringan Andal, perjalanan ini sekaligus menjadi uji ekstrem jaringan di jalur mudik terpadat ketika mobilitas masyarakat meningkat dan kebutuhan konektivitas semakin tinggi.
Indosat diketahui telah melakukan optimalisasi jaringan di lebih dari 75 jalur mudik utama dan 790 titik Point of Interest (POI) seperti gerbang tol, rest area, stasiun, terminal, hingga destinasi wisata. Seluruh jaringan juga dipantau secara 24 jam untuk menjaga kualitas layanan tetap stabil selama periode mudik.
Baca Juga : Telkomsel Pamasuka Pastikan Jaringan Tetap Stabil Saat Lebaran 2026, Trafik Data Tembus 17,4 Petabyte
Dalam pengukuran internal selama ekspedisi, rata-rata kecepatan internet yang diterima selama livestream tercatat mencapai 90 Mbps. Bahkan pada titik dengan kualitas jaringan terendah, koneksi tetap mampu menjaga siaran langsung berjalan stabil dengan kecepatan sekitar 15 Mbps.
President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan momentum mudik menjadi salah satu ujian terbesar bagi kualitas jaringan telekomunikasi.
Menurutnya, jutaan orang bergerak dalam waktu bersamaan sehingga pelanggan membutuhkan koneksi yang stabil untuk navigasi perjalanan, komunikasi dengan keluarga, transaksi digital, hingga hiburan selama perjalanan.
Baca Juga : SMARTFREN Fun Run Manado 2026: Perpaduan Gaya Hidup Sehat dan Konektivitas Digital
Bagi Indosat, kesiapan jaringan selama Ramadan dan Idulfitri menjadi bagian dari komitmen #LebihBaikIndosat, yang menghadirkan jaringan semakin andal, teknologi lebih relevan, perlindungan digital lebih kuat, serta kepedulian sosial yang lebih luas.
Rekor MURI yang diraih Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan sekaligus menunjukkan bahwa di era digital, perjalanan mudik bukan hanya tentang menempuh jarak, tetapi juga tentang tetap terhubung, berbagi cerita, dan menikmati perjalanan bersama di setiap kilometer perjalanan.
