Minggu, 03 Juli 2022 22:01

Tangani PMK di Tulungagung, Kementan Turunkan Tim Relawan

Usman Pala
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Tangani PMK di Tulungagung, Kementan Turunkan Tim Relawan

Mentan SYL menyebutkan jika wabah PMK yang tengah melanda saat ini bisa ditangani dengan beberapa strategi pendekatan.

RAKYATKU.COM, MALANG - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjamin pelaksanaan kegiatan Iduladha akan berjalan aman dan lancar meski di tengah wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) pada hewan ternak yang saat ini melanda Indonesia.

Dalam beberapa kesempatan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan bahwa wabah PMK tidak berbahaya untuk manusia. Selain tidak bisa menular ke manusia, dagingnya juga masih aman untuk dikonsumsi.

Untuk itu Mentan SYL optimis wabah PMK yang saat ini sedang menyerang peternak dapat ditangani dalam waktu dekat. Dirinya menghimbau agar semua pihak turun langsung dan terlibat dalam penanganan PMK.

Baca Juga : Di Solo Raya, Presiden Jokowi Lakukan Pencanangan Tanam Kelapa Genjah 1 Juta Batang Se Indonesia

Mentan SYL menyebutkan jika wabah PMK yang tengah melanda saat ini bisa ditangani dengan beberapa strategi pendekatan.

Mulai dari penerapan strategi intelektual sebagai langkah percepatan, strategi manajemen sebagai langkah penguatan hingga strategi perilaku sebagai langkah bersama dalam menghilangkan PMK.

Menindaklanjuti arahan Mentan SYL, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi menyatakan kesiapan penuh seluruh jajaran BPPSDM dalam mendukung negara menghadapi wabah PMK.

Baca Juga : Kesiapan Hadapi Krisis Pangan, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo: Kuncinya Sinergitas

“Oleh karenanya kita harus bantu petugas, bantu peternak dengan segala kemampuan agar PMK bisa segera ditanggulangi dan peternak kita kembali bersemangat untuk beternak, terutama sapi perah dan sapi potong, serta ternak berkuku genap lainnya,” tegas Dedi.

Sponsored by MGID

Pernyataan pria yang akrab disapa Prof. Dedi ini pun segera ditindaklanjuti oleh Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang yang merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis dibawah BPPSDMP.

Sebagai respon cepat, Polbangtan Malang memberangkatkan 20 mahasiswa yang didampingi Ketua Jurusan Peternakan Wahyu Windari) dan Kaprodi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan (Sadlikah).

Baca Juga : Stok Beras April 10,15 Juta Ton, IRRI-Akademisi Apresiasi Survei Kementan-BPS

“ Menanggapi surat Kepala Dinas Perternakan dan Keswan Kabupaten Tulungagung terkait permintaan bantuan relawan penanganan PMK di wilayahnya, Polbangtan Malang merespon secara cepat permintaan tersebut,“ ungkap Dedi.

Sementara dalam keterangannya, Kadis PKH Kabupaten Tulungagung, Mulyanto menyatakan bahwa karena keterbatasan sumberdaya manusia yang ada di dinas maupun pelaku usaha, untuk itu dibutuhkan bantuan dari insan akademik terutama dalam pelaksanaan vaksinasi PMK di wilayahnya.

“Target vaksinasi per hari adalah 100 dosis setiap tim, dan dilakukan door to door, sehingga dibutuhkan banyak tenaga relawan, termasuk dari Polbangtan Malang,“ ungkap Mulyanto.

Baca Juga : BPS Pastikan Data Stok Beras Nasional Akurat dan Valid

Saat melepas tim relawan, Direktur Polbangtan Malang, Setyabudi Udrayana berpesan agar dapat menjalankan tugas dengan baik, serta menjaga perilaku higienis, karena manusia berperan sebagai vektor untuk virus PMK.

"Kalian harus mentaati standar operasional prosedur yang telah ditetapkan oleh petugas dinas, dan itu berlaku untuk setiap individu,“ pesan Uud sapaan akrabnya (03/07/2022)

Di akhir arahannya, Uud tak lupa mengingatkan agar seluruh mahasiswa dapat menjaga kondisi, karena amanah ini harus dijalankan dengan baik dan mereka kembali ke kampus dengan tetap sehat.

#Wabah PMK #Kementerian Pertanian