Senin, 27 Juni 2022 08:48

Foto Putin Menunggang Kuda Tanpa Baju Jadi Bahan Olok-olok Petinggi G7

Usman Pala
Konten Redaksi Rakyatku.Com
(Vladimir Putin berfoto bertelanjang dada dan menunggang kuda pada tahun 2009. (Gambar: AP)
(Vladimir Putin berfoto bertelanjang dada dan menunggang kuda pada tahun 2009. (Gambar: AP)

Para pemimpin G7 itu mengacu pada foto tahun 2009 yang menunjukkan Putin menunggang kuda bertelanjang dada dengan kacamata hitam.

RAKYATKU.COM -- Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi bahan olok-olok oleh para pemimpin negara ekonomi maju G7 di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) kelompok ini di Jerman, Minggu (26/6/2022).

Salah satunya adalah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson yang bertanya kepada sesama pemimpin G7 bahwa apakah jaket para petinggi harus dilepas atau ada yang lain perlu dibuka.

"Kita semua harus menunjukkan bahwa kita lebih tangguh dari Putin," canda Boris Johnson.

Baca Juga : Putin: Angkatan Laut Rusia Akan Terima Rudal Hipersonik

Pemimpin Kanada Justin Trudeau setuju dengan mengatakan "Kita harus menunggang kuda bertelanjang dada."

Mereka mengejek pemimpin Rusia itu yang dikenal karena kegemarannya tampil bertelanjang dada dalam aksi publisitas diatas kuda.

Para pemimpin G7 itu mengacu pada foto tahun 2009 yang menunjukkan Putin menunggang kuda bertelanjang dada dengan  kacamata hitam.

Baca Juga : Zelensky: Putin Mengobarkan ‘Perang Gas’ Melawan Eropa

Namun Vladimir Putin telah mengirim pesannya sebelumnya ke G7, mengirimkan 14 rudal jelajah untuk menghantam bangunan tempat tinggal dan target lainnya di ibukota Ukraina, Kyiv.

Sponsored by MGID

"Semakin barbarisme," kata Presiden AS Joe Biden ketika ditanya tentang serangan itu.

Saat perang memasuki bulan kelima, para pemimpin G7 tahu bahwa mereka harus memproyeksikan persatuan melawan barbarisme itu.

Baca Juga : Erdogan Sebut Sikap Politikus Barat Terhadap Putin Tak Pantas dalam Politik

"Pesannya adalah kita berdiri bersatu," kata Kanselir Jerman Olaf Scholz kepada Biden saat mereka bertemu.

Sementara itu PM Inggris Boris Johnson dan Presiden Prancis Emmanuel Macron bersusah payah untuk menunjukkan bahwa mereka bertahan meskipun ada perbedaan.

Dua bulan lalu perang tampaknya menguntungkan Ukraina, mungkin berakhir pada akhir tahun.

Baca Juga : Putin Dirumorkan Kurang Sehat, Kremlin: Dia Baik-baik Saja

Perang tampaknya akan berlangsung selama beberapa waktu ke depan.

Itu berarti Barat harus mempersiapkan diri untuk konflik yang berkepanjangan dan menunjukkan persatuan yang langgeng.

Sumber: Sky News

#vladimir putin #Pemimpin G7