Sabtu, 14 Mei 2022 09:44

Presiden Jokowi di Amerika Serikat: Hentikan Perang di Ukraina Sekarang Juga!

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
(Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden)
(Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden)

"Perang tidak akan menguntungkan siapa pun. Dunia tidak memiliki pilihan lain kecuali menghentikan perang sekarang juga. Setiap negara, setiap pemimpin memiliki tanggung jawab untuk menciptakan enabling environment agar perang dapat dihentikan, perdamaian dapat terwujud," kata Jokowi.

RAKYATKU.COM, WASHINGTON DC - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyerukan untuk menghentikan perang di Ukraina sekarang juga pada KTT Khusus ASEAN-AS di Washington DC, Amerika Serikat (AS), Jumat (13/5/2022) waktu setempat.

Menurut Jokowi, perang di Ukraina telah menciptakan tragedi kemanusiaan dan memperburuk perekonomian dunia.

"Saat dunia seharusnya segera pulih dari pandemi COVID-19, dunia menghadapi masalah baru, perang di Ukraina. Saat dunia membutuhkan kerja sama dan kolaborasi, justru rivalitas dan konfrontasi makin menajam. Saat dunia membutuhkan multilateralisme yang makin kokoh justru unilateralisme yang makin mengemuka," ujar Jokowi.

Baca Juga : Kabar Baik! Presiden Jokowi Naikkan Tunjangan PNS Sejumlah Formasi

Perang di Ukraina telah memperburuk ekonomi dunia, dengan meningkatnya harga pangan, energi, sehingga memicu inflasi.

Hal itu sangat memperberat perekonomian dan memperlambat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di negara berkembang dan kurang berkembang.

 

Jokowi juga mengatakan perang di Ukraina telah melemahkan multilateralisme dan berpotensi memecah belah hubungan antar negara.

Baca Juga : Bertemu Presiden Jokowi, Dirjen WHO Ingatkan Pandemi Covid-19 Belum Berakhir

"Perang tidak akan menguntungkan siapa pun. Dunia tidak memiliki pilihan lain kecuali menghentikan perang sekarang juga. Setiap negara, setiap pemimpin memiliki tanggung jawab untuk menciptakan enabling environment agar perang dapat dihentikan, perdamaian dapat terwujud," kata Jokowi.

Sponsored by MGID

Pertumbuhan ekonomi, ujar Jokowi, juga memprihatinkan. IMF menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi di negara-negara yang termasuk emerging and developing Asia sebesar 0,5 persen pada 2022 dan 0,2 persen pada 2023. Bank Dunia menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi beberapa negara ASEAN hingga 1,2 persen.

"Bagi sebagian anggota ASEAN kenaikan 10 persen dari harga minyak akan berdampak menurunnya pendapatan nasional sebesar 0,7 persen dan kenaikan harga gandum akan mengakibatkan peningkatan kemiskinan sebesar 1 persen," tutur Jokowi.

Baca Juga : Rusia Tidak Jamin Mantan Prajurit AS yang Tertangkap di Ukraina Bisa Bebas dari Hukuman Mati

Presiden Jokowi mengulangi lagi apa yang telah disampaikannya pada pertemuan dengan Kongres AS.

"Bahwa lebih dari lima dekade, ASEAN terus membangun arsitektur keamanan yang inklusif, mengedepankan paradigma kolaborasi, mendorong habit of dialogue dan rules based order. Semangat yang sama kami dorong di Indo-Pasifik melalui ASEAN Outlook on the Indo-Pacific," kata Jokowi.

Dalam KTT Khusus yang dihadiri Presiden AS, Joe Biden, dan juga pemimpin negara-negara ASEAN ini, Jokowi menyambut baik inisiatif Amerika melalui Indo Pacific Economic Framework (IPEF).

Baca Juga : Mentan SYL: Selamat Ulang Tahun, Presiden Jokowi!

"Tentu kerja sama di bawah IPEF harus inklusif. Saya harapkan sinergi antara IPEF dengan pelaksanaan prioritas kerjasama di AOIP (ASEAN Outlook on the Indo-Pacific)," terang Jokowi.

Turut mendampingi Jokowi dalam KTT Khusus ASEAN-AS, yaitu Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, dan Duta Besar RI untuk AS, Rosan Roeslani. (*)

Sumber: Antara

#Joko Widodo #Perang Rusia Vs Ukraina #Amerika Serikat