Jumat, 22 April 2022 21:17

Kelompok Tani Padaidi Kini Nikmati Irigasi Program PKPM PT Vale

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Irigasi hadir berkat Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM)) dan Pelaksanaan Program Pengembangan Kawasan Perdesaan Mandiri (PKPM) PT Vale di kawasan penunjang pertanian, perkebunan, dan peternakan.
Irigasi hadir berkat Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM)) dan Pelaksanaan Program Pengembangan Kawasan Perdesaan Mandiri (PKPM) PT Vale di kawasan penunjang pertanian, perkebunan, dan peternakan.

Ketua Kelompok Tani Padaidi, Supriadi, mengatakan irigasi ini memberikan manfaat besar bagi petani. Sebab, membantu pengairan sawah yang selama ini kekurangan air dipicu tidak adanya fasilitas penunjang irigasi memadai.

RAKYATKU.COM, LUWU TIMUR - Kelompok Tani Padaidi, Desa Laskap, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, menyampaikan rasa terima kasihnya ke PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) yang telah membangun irigasi perpipaan sistem pemompaan di daerah mereka.

Irigasi itu hadir berkat Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM)) dan Pelaksanaan Program Pengembangan Kawasan Perdesaan Mandiri (PKPM) PT Vale di kawasan penunjang pertanian, perkebunan, dan peternakan.

Selain sarana irigasi, beberapa waktu lalu juga di kawasan ini dilakukan pelatihan pertanian organik sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Baca Juga : Komitmen Terapkan Operasi Rendah Karbon, PT Vale Luncurkan Truk Listrik

Masyarakat Desa Laskap akhirnya menikmati irigasi tersebut, Ahad (17/4/2022). Irigasi ini mengairi sawah seluas 30 hektare.

Ketua Kelompok Tani Padaidi, Supriadi, mengatakan irigasi ini memberikan manfaat besar bagi petani. Sebab, membantu pengairan sawah yang selama ini kekurangan air dipicu tidak adanya fasilitas penunjang irigasi memadai.

 

"Terima kasih PT Vale, kami sangat terbantu dengan hadirnya pompa irigasi karena dapat mengairi sawah petani,” katanya.

Baca Juga : PT Vale Catat Kenaikan Laba 22 Persen di Triwulan II 2022

Supriadi menjelaskan, proses pengoperasian mesin pompa dimulai sejak pukul 11.00 Wita sampai pukul 23.00 Wita atau sekitar 12 jam dengan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar hingga tujuh liter.

Sponsored by MGID

Namun, Supriadi masih akan melakukan simulasi perhitungan biaya operasional untuk memastikan seberapa besar kebutuhan BBM untuk mengairi seluruh hamparan milik kelompok tani. Ini mengingat penggunaan fasilitas irigasi tersebut baru mengaliri area sawah milik Supriadi saja.

Pengairan ini nantinya akan dimanfaatkan dua kelompok tani Laskap dengan luasan lahan 30 hektare dan 12 kelompok tani Pongkeru dengan luasan lahan 120 hektare.

Baca Juga : PT Vale Kerja Sama dengan Ford Motor Co di Proyek HPAL Pomalaa

Sementara itu, Senior Manager Social Development Program (SDP) PT Vale, Ardian Putra, berharap fasilitas yang diberikan PT Vale untuk kawasan pertanian di Malili dapat membawa manfaat dan meningkatkan kualitas pertanian di wilayah pemberdayaan PT Vale.

"Di sekitar wilayah pemberdayaan PT Vale, sentra pertanian unggulan selain berada Mahalona dan Wasuponda juga ada di area Malili. Makanya program tersebut dihadirkan. Apalagi animo petani tinggi dalam belajar teknis budi daya," katanya. (*)

#PT Vale Indonesia