Rabu, 16 Maret 2022 09:05

Joe Biden dan Beberapa Pejabat Amerika Serikat Dilarang Masuk Rusia

Syukur Nutu
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Presiden Rusia Vladimir Putin (AP/Alexei Nikolsky)
Presiden Rusia Vladimir Putin (AP/Alexei Nikolsky)

"Sebagai reaksi balasan terhadap jalan yang sangat Russofobia yang diambil oleh pemerintahan AS saat ini"

RAKYATKU.COM - Presiden Amerika Serikat, Joe Biden dilarang masuk ke Rusia. Hal itu diumumkan pemerintah Presiden Vladimir Putin pada Selasa (15/3).

Tak hanya Joe Biden, sekitar 13 orang tercatat dalam daftar tersebut. Mereka diantaranya Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, Menteri Pertahanan Lloyd Austin, Direktur CIA William Burns, Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan.

Nama Mantan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton dan Hunter Biden—yang hubungannya dengan perusahaan energi Ukraina sebelumnya telah dipertanyakan dan dikritik—juga disertakan.

Baca Juga : Rusia Tuduh AS Terlibat Langsung dalam Perang di Ukraina

Semua yang masuk dalam daftar target sanksi itu dilarang masuk ke wilayah Federasi Rusia.

Moskow mengatakan, sanksi tersebut merupakan tindakan timbal balik yang diberlakukan setelah Washington memasukkan para pemimpin Rusia, termasuk Presiden Vladimir Putin, ke dalam daftar hitam.

 

Rincian terbaru untuk "stop list" Rusia diumumkan oleh Kremlin. "Sebagai reaksi balasan terhadap jalan yang sangat Russofobia yang diambil oleh pemerintahan AS saat ini," bunyi pengumuman Kremlin.

Baca Juga : Putin: Angkatan Laut Rusia Akan Terima Rudal Hipersonik

Semua yang masuk dalam daftar target sanksi itu dilarang masuk ke wilayah Federasi Rusia. Namun Kremlin mengatakan bahwa Moskow tidak akan mengesampingkan kontak dengan pejabat Amerika. "Jika mereka memenuhi kepentingan nasional kami," lanjut pengumuman Kremlin, seperti dikutip Russia Today, Rabu (16/3/2022).

Sponsored by MGID

"Lebih banyak nama akan ditambahkan ke daftar dalam waktu dekat," lanjut pengumuman tersebut, yang memperingatkan bahwa pejabat tinggi, pejabat militer, anggota Parlemen, pengusaha, pakar dan tokoh media AS yang Russofobia atau berkontribusi untuk menghasut kebencian terhadap Rusia juga akan masuk daftar hitam.

AS sebelumnya telah menjatuhkan sanksi kepada pengusaha dan tokoh media Rusia, sehingga sanksi pembalasan oleh Moskow berpotensi diterapkan dengan cara saling balas.

Baca Juga : Uni Eropa Telah Menemukan Kesepakatan untuk Balas Dendam ke Rusia

Dalam hampir tiga minggu sejak peluncuran serangan militernya di Ukraina, Rusia telah menjadi negara yang paling terkena sanksi di dunia.

Selain hukuman yang diterapkan oleh pemerintah AS, Inggris, dan Uni Eropa, sejumlah perusahaan swasta—mulai dari merek ikonik Barat seperti McDonald’s dan Coca-Cola hingga lembaga keuangan global seperti Visa dan Mastercard—telah menangguhkan aktivitas mereka di Rusia.

Sumber : Sindo

#Rusia vs Ukraina #vladimir putin #Amerika Serikat #Joe BIden