Selasa, 08 Maret 2022 17:01

Eropa Terancam, Rusia Keluarkan Ultimatum Akan Balas Sanksi

Syukur Nutu
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi-Pasukan tank Rusia. Foto: DMITRY KOSTYUKOV / AFP
Ilustrasi-Pasukan tank Rusia. Foto: DMITRY KOSTYUKOV / AFP

"Kami memiliki hak untuk mengambil keputusan yang cocok dan memberlakukan embargo pada pemompaan gas melalui pipa gas Nord Stream 1"

RAKYATKU.COM - Menanggapi sanksi yang dijatuhkan terkait serangan ke Ukraina, Rusia memberikan ultimatum akan memotong suplai gas ke Eropa.

Dalam sebuah pernyataan, Deputi Perdana Menteri (PM) Rusia, Alexander Novak mengatakan rencana pemotongan akan dilakukan pada pipa gas Nord Stream 1 yang membentang di wilayah Laut Baltik.

"Kami memiliki hak untuk mengambil keputusan yang cocok dan memberlakukan embargo pada pemompaan gas melalui pipa gas Nord Stream 1," ujar Novak pada sesi pers Senin (8/3/2022) waktu setempat sebagaimana dilaporkan Reuters.

Baca Juga : Aruna Kembali Ekspor Tuna, Kali Ini Tujuan Amerika

Meski begitu, pihaknya belum akan mengambil langkah-langkah penghentian suplai. Nord Stream sendiri merupakan jaringan pipa gas bawah laut yang membentang dari Rusia ke Jerman yang terdiri atas Nord Stream 1 dan 2.

Sebelumnya, Nord Stream 2 juga sudah disanksi. Namun pipa gas itu memang belum diaktifkan.

Ancaman pemotongan energi ini membuat beberapa negara Eropa khawatir. Jerman dan Hungaria telah menyampaikan kekhawatiran tersebut.

Baca Juga : Rusia Tuduh AS Terlibat Langsung dalam Perang di Ukraina

Mengutip CNN International, Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan Eropa tidak dapat mengamankan pasokan energinya tanpa impor dari Rusia. Sekitar 40% gas Eropa berasal dari Beruang Merah, di mana Jerman, mendapatkan 32% sumber gas dari Rusia.

Sponsored by MGID

"Energi sengaja dikeluarkan dari putaran sanksi sebelumnya," kata Scholz menambahkan energi Rusia "penting" untuk kehidupan sehari-hari umum warganya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Hongaria Mihaly Varga mengatakan pemerintahnya tidak akan mendukung sanksi apapun terhadap energi Rusia yang dapat mempengaruhi ekonomi negaranya.

Baca Juga : Uni Eropa Telah Menemukan Kesepakatan untuk Balas Dendam ke Rusia

Selain itu, Budapest juga diketahui September lalu baru menandatangani perjanjian pembelian gas dengan Moskow untuk 15 tahun mendatang. Dalam kontrak itu, ada sebanyak 4,5 miliar kubik gas yang dikirimkan Rusia ke negara itu setiap tahunnya.

"Mereka yang meminta perluasan sanksi ingin rakyat Hongaria membayar harga perang," katanya dalam sebuah video Facebook.

Sebelumnya, Amerika Serikat termasuk sekutu Eropa memberikan sejumlah hukuman mulai dari pembekuan aset pribadi hingga bank termasuk larangan impor minyak.

Baca Juga : Danny Pomanto Bertemu Diaspora Muslim Indonesia di Washington DC

Negara Barat dan pimpinan Amerika Serikat sedang merencanakan untuk menjatuhkan sanksi lanjutan kepada Rusia perihal serangan ke Ukraina. Sejauh ini, diketahui sanksi-sanksi yang dijatuhkan berfokus pada bidang ekonomi, keuangan, dan peralatan strategis.

[Sumber : CNBC]

 

#Rusia vs Ukraina #Amerika Serikat #ini Eropa #NATO #perang