Selasa, 22 Februari 2022 12:12

Banjir di Sejumlah Titik, Jeneponto Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Salah satu titik banjir di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Selasa (22/2/2022).
Salah satu titik banjir di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Selasa (22/2/2022).

Hujan lebat telah mengakibatkan banjir bandang di sejumlah titik. Titik terparah banjir di Kecamatan Bontoramba dan Bangkala.

Banjir di Sejumlah Titik, Jeneponto Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

RAKYATKU.COM, JENEPONTO - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang-lebat dan angin kencang untuk Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Selasa (22/2/2022).

"Situasi untuk ini hari kita masih tetap siaga dan waspada karena mengingat surat peringatan dini dari BMKG.  Kondisi untuk ini hari cuaca hujan sedang-lebat yang disertai dengan angin kencang," kata Kepala Seksi dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jeneponto, Mus Mulyadi, kepada Rakyatku.com.

Baca Juga : Instruksi Bupati Gowa Antisipasi Kemarau Panjang: Manfaatkan Lahan Produktif

Mulyadi mengatakan, hujan lebat telah mengakibatkan banjir bandang di sejumlah titik. Titik terparah banjir di Kecamatan Bontoramba dan Bangkala. "Selama dua hari Jeneponto masih diguyur hujan lebat. Namun, untuk banjir semalam sudah berangsur-angsur surut, " ujarnya.

Curah hujan dengan intensitas sedang-lebat terjadi hampir di seluruh wilayah Jeneponto dan kabupaten yang berbatasan langsung dengan Jeneponto.

Salah seorang warga Jeneponto, Zulkifli, mengatakan sebaiknya pemerintah secepatnya mengambil langkah cepat dalam mengatasi banjir bandang.

Baca Juga : Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Bengkulu

"Kita pahami karena hujan lebat hingga membuat genangan di sejumlah ruas jalan dan perkampungan warga. Namun, kami berharap agar pemerintah daerah dalam penanganan banjir harus cari tahu penyebab utamanya," ujarnya.

Sponsored by MGID

Dia berharap pemerintah turun langsung menginvestigasi daerah dataran tinggi atau melakukan perbaikan drainase yang kondisinya buruk.

"Banjir ini setiap tahun terjadi di daerah. Bisa saja di dataran tinggi pegunungan sudah mulai digarap warga setempat atau ada penyebab lainnya," ketusnya. (*)

Penulis : Samsul Lallo
#Hujan lebat #angin kencang #BPBD Jeneponto #bmkg #Banjir Bandang