Sabtu, 29 Januari 2022 08:51

Prajurit TNI Gugur Ditembak KKB, Panglima TNI: Mereka Harus Membayarnya

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa. (Foto: Antara/Evarukdijati)
Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa. (Foto: Antara/Evarukdijati)

"Siapa pun oknum masyarakat yang melakukan cara bertentangan dengan hukum di Republik Indonesia, maka mereka juga yang harus membayarnya," kata Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa.

 

RAKYATKU.COM, PAPUA - Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa, memerintahkan anggotanya terus mengejar anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menyerang Pos TNI di Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Papua, Kamis (27/1/2022). Dalam serangan itu, tiga prajurit TNI gugur.

"Kami sudah memiliki beberapa nama berdasarkan informasi dan intelijen. Nama-nama itu akan terus dikejar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," ujar Andika di Rimba Papua Hotel Timika, Jumat (28/1/2022).

Baca Juga : Korban Penembakan KKB Papua Difasilitasi ke Makassar Oleh Gubernur Sulsel

"Siapa pun oknum masyarakat yang melakukan cara bertentangan dengan hukum di Republik Indonesia, maka mereka juga yang harus membayarnya," tambahnya.

Andika mengatakan, pihaknya sudah mendalami akar penyebab gugurnya tiga prajurit yang melaksanakan tugas di Distrik Gome.

 

Dia menegaskan, dari pihak TNI tidak ada melakukan provokasi. Adapun prajurit dari Satgas Pamtas Mobile Yonif R 408/SBH hanya melakukan tugas rutin.

Baca Juga : Ditanya Jenderal Andika Soal Terawan, Ini Jawaban Ketua IDI

"Justru pada saat tugas lalu kami diserang," ujar Panglima TNI.

Sponsored by MGID

Sebelumnya, tiga prajurit TNI, yaitu Serda M. Rizal Maulana Arifin, Pratu Tupel Alomoan Baraza, dan Pratu Rahman Tomilawa, gugur ditembak KKB di Puncak, Papua, Kamis (27/1/2022) pagi. (*)

Sumber: Kompas.com

#jenderal andika perkasa #KKB