Selasa, 21 Desember 2021 16:43

Kemenkes Turun Tangan Soal Pria di Pinrang yang Mengaku 16 Kali Disuntik Vaksin COVID-19

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi.
Ilustrasi.

"Sedang dikonfirmasi ke Dinkes Sulsel, ya," kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi.

RAKYATKU.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turun tangan soal pria asal Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang mengaku menjadi joki vaksinasi COVID-19. Pria bernama Abdul Rahim tersebut mengaku sudah 16 kali menerima suntik vaksin COVID-19.

Kemenkes tengah meminta keterangan dari pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel. "Sedang dikonfirmasi ke Dinkes Sulsel, ya," kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, dikutip dari Detik.com, Selasa (21/12/2021).

Video pengakuan Abdul Rahim telah beredar luas. Dia mengaku menggantikan sejumlah orang yang tidak ingin divaksinasi.

Baca Juga : Kementerian Kesehatan: 18 Kasus Dugaan Hepatitis Akut di 7 Provinsi

Belum dapat dipastikan kebenaran pengakuan Abdul Rahim. Kemenkes juga belum mendapatkan laporan terkait pengakuan Abdul Rahim.

Namun, apakah mungkin seseorang bisa disuntik hingga belasan kali vaksin COVID-19?

 

"Belum ada sampai saat ini kajian ataupun laporannya, Tapi ini lebih baik ditanyakan ke ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization)," tutur Siti.

Baca Juga : Hampir 100 Persen Warga Indonesia "Kebal" COVID-19

Sementara itu, Dinkes Pinrang tengah melakukan penelusuran terkait pengakuan Abdul Rahim.

Sponsored by MGID

"Kita sementara melakukan penelusuran, dari pengakuan pihak keluarga yang bersangkutan merupakan ODGJ. Namun, itu perlu pembuktian," beber Kadis Kesehatan Pinrang, Dyah Puspita Dewi, Selasa (21/12/2021).

Dewi menjelaskan dari penelusuran sementara berdasarkan pengakuan Abdul Rahim, pria yang mengaku joki vaksin, terakhir dia divaksin di Puskesmas Mattiro Bulu.

Baca Juga : Kemenkes Imbau Jangan Vaksin Booster pada Hari H Mudik, Ini Alasannya

"Makanya kita baru mencari tahu kebenarannya. Dari situ kita akan tahu. Kalau benar kita akan cari lagi KTP siapa yang digunakan dan pemilik KTP akan dicari dan akan divaksin," katanya.

#Kementerian Kesehatan #vaksinasi covid-19