Rabu, 01 Desember 2021 16:55
Bincang Santai Bersama Mentan Syahrul YL (1)

Pernah Ditikam, Diparangi, sampai Naik Kelas Sendiri

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Pernah Ditikam, Diparangi, sampai Naik Kelas Sendiri

SYL muda penuh ujian. Dia pernah ditikam dan ditabrak mobil sampai koma.

Oleh: Subhan Yusuf

JARUM jam menunjuk angka 22.00 wita. Bertempat di sebuah kafe. Di bilangan Toddopuli, Makassar. Belum lama ini.

Wajah Sang Menteri terlihat capek. Maklum, pagi sampai malam, aktivitas tak pernah berhenti. Termasuk, ketika pagi hari itu, mendampingi Presiden Jokowi di Jeneponto.

Baca Juga : Minta Masyarakat Jaga Kondisi Tetap Kondusif, Pakar IPB Sebut PMK Bisa Dikendalikan

Demi menjaga silaturahim, Sang Menteri tetap meluangkan waktu menemui beberapa sahabat. Tentu saja, seperti biasa, menjaga prokes. Sambil ngopi. Juga, berbincang banyak hal.

Malam itu, Mentan Syahrul sempat berkisah masa lalunya. Menerawang masa remaja. Masa penuh dengan gejolak kawula muda.

 

Karier Syahrul YL

Baca Juga : Wakil Bupati Subang: Produksi Padi di Bawah SYL Terus Meningkat

Sponsored by MGID

Syahrul Yasin Limpo, memang dikenal sebagai sosok pamong sejati. Mungkin semua sudah tahu itu.

Syahrul yang memulai karier dari pegawai negeri sipil (PNS) biasa. Terkadang disuruh atasannya untuk jadi sopir. Namun, dewi fortuna selalu bersama SYL. Kariernya, begitu cemerlang.

Baca Juga : Bupati Bima: Kerja Cerdas SYL Mampu Tingkatkan Produksi Beras Nasional

Merunut catatan karier PNS-nya, mungkin sangat jarang orang yang bisa menyamai perjalanan karier Sang Komandan, --demikian SYL juga akrab disapa. Coba kita lihat.

Memulai karier pegawai biasa. Kemudian jadi kepala desa. Setelah itu jadi lurah. Lanjut sekretaris kecamatan (sekcam). Naik lagi menjadi camat. Saat camat dan kepala desa, SYL telah menorehkan prestasi sebagai camat teladan tingkat nasional.

Kariernya terus bersinar. Syahrul kemudian menjadi Kabiro Humas Pemprov Sulsel. Di mata wartawan, SYL adalah sosok yang begitu menyenangkan. Dia adalah news maker. Jadi, jika ada berita terkait SYL berselisih dengan wartawan, --apalagi mengusir wartawan-- keabsahannya, perlu dipertanyakan.

Baca Juga : Kementan: Pasokan Hewan Kurban Iduladha 2022 Aman

Selalu berprestasi, Syahrul dipercaya jadi sekda. Dan, selanjutnya menjadi bupati Gowa dua periode.

Selepas bupati sepuluh tahun, Syahrul menjabat wakil gubernur selama satu periode. Dan, kemudian terpilih sebagai gubernur Sulsel dua periode. Itu berarti, sepuluh tahun.

Dan, pada masa pemerintahan Jokowi-Ma'ruf, Syahrul diangkat jadi Menteri Pertanian RI. Itu sampai sekarang.

Baca Juga : DPR RI Dukung Kementan Lakukan Percepatan Produksi Vaksin PMK

'Nakal' Saat Remaja

Syahrul remaja selalu tampil terdepan. Sejak masa remaja itu, Syahrul memang sudah menjadi pemimpin. Termasuk, 'bos' saat berkelahi. Bahkan, Syahrul menjadi bos pelindung bagi orang-orang yang dipukuli preman-preman, kala itu.

Baca Juga : DPR RI Dukung Kementan Lakukan Percepatan Produksi Vaksin PMK

Tak ayal, Syahrul pernah ditikam. Diparangi. Bahkan, pernah ditabrak mobil sampai koma. Soal kabar ini, banyak yang mengisahkan kalau ketika itu, Syahrul sudah ditangisi karena sempat tidak bernapas lagi. Mati suri.

Menariknya, Syahrul hapal betul siapa yang menikamnya. Memaranginya. Bahkan, semua kejadian yang pernah dialaminya. "Itu waktu saya ditikam sama..., ini bekasnya," katanya, sambil memperlihatkan bekas lukanya.

"Waktu diparangi sama..., masih ada lukanya juga. Tapi, kuasa Tuhan memang betul-betul ada dan luar biasa," katanya, seraya tiada henti mengucap syukur.

Baca Juga : DPR RI Dukung Kementan Lakukan Percepatan Produksi Vaksin PMK

Naik Kelas Sendiri

Label nakal, memang sudah melekat pada diri Syahrul saat remaja. Saking nakalnya, semua bangku sekolah dinaikkan di atas plafon. Tujuannya, biar tidak ada kursi. Dan, guru tidak mengajar.

Baca Juga : DPR RI Dukung Kementan Lakukan Percepatan Produksi Vaksin PMK

Di sini, ada kisah lucu terjadi. Menurut Syahrul, ketika kenaikan kelas dua ke kelas tiga SMA, guru tidak memberikan kepastian. Syahrul naik kelas atau tidak. Melihat itu, pas sekolah dimulai, Syahrul langsung masuk ke kelas tiga.

"Saya tidak tahu saat itu. Naik atau tidak saya ini. Jadi, saya putuskan naik kelas sendiri," kata Syahrul dengan gaya khasnya sambil tertawa. Dan, lucunya lagi, gurunya pun tetap mengakui Syahrul naik. Dan, tetap mengikuti pelajaran di kelas tiga.

Karena, bicara cerdas, tidak ada yang bisa menafikan fakta kecerdasan sosok Syahrul. Hanya saja, kenakalannya, juga fakta lain yang tak bisa terbantahkan.

Baca Juga : DPR RI Dukung Kementan Lakukan Percepatan Produksi Vaksin PMK

Sampai akhirnya, ungkap Syahrul, ada seorang teman kelasnya. Perempuan asal Tana Toraja. "Dia banyak menasihati saya. Dan, akhirnya saya belajar keras dan lulus masuk Unhas, Fakultas Hukum," tambahnya, mengenang (baca juga buku SYL Undercover, Red).

Apa mimpi SYL saat menjadi menteri? Lalu, seperti apa langkah SYL setelah menjadi menteri (Bersambung)

#SYL Undercover #kementan #Syahrul Yasin Limpo