Selasa, 30 November 2021 09:01

42 Titik di Sulsel Masuk Wilayah Rawan, Dompet Dhuafa Gelar Pelatihan Siaga Bencana di Jeneponto

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
42 Titik di Sulsel Masuk Wilayah Rawan, Dompet Dhuafa Gelar Pelatihan Siaga Bencana di Jeneponto

Sebanyak 47 peserta perwakilan dari tiap lembaga MPZ di Sulawesi Selatan mengikuti seluruh tahapan pelatihan simulasi tanggap bencana.

RAKYATKU.COM -- Badan SAR Nasional mencatat setidaknya wilayah Sulawesi Selatan memiliki 42 titik rawan bencana dan kecelakaan.

Puluhan titik itu terdiri atas enam titik kecelakaan penerbangan atau udara, tujuh titik kecelakaan pelayaran/laut, delapan titik bencana gempa, delapan titik longsor, lima titik banjir, dan dua titik tsunami.

Berdasarkan kondisi tersebut, maka kewaspadaan akan potensi cuaca ekstrem harus terus ditingkatkan terlebih pada tiap akhir tahun banjir bandang menjadi bencana yang sering terjadi.

Baca Juga : Dompet Dhuafa Sulsel Salurkan Bantuan Sembako untuk Sopir Pete-Pete

Untuk itu, Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan menggelar pelatihan siaga bencana kepada para Mitra Pengelola Zakat (MPZ) melalui Cordofa Leadership Camp (CLC) sejak tanggal 22-28 November 2021 di Jeneponto secara online dan offline.

Abdul Rahman selaku pendamping Program Pelatihan CLC Dompet Dhuafa Sulsel mengungkapkan alasan diadakannya pelatihan tersebut didasari letak geografis Sulsel yang masuk dalam kawasan rawan bencana di Indonesia dan juga sebagai bentuk capacity building para amil yang tidak hanya berfokus pada pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah saja. Namun, juga turut andil dalam membantu orang-orang di sekitar bila terjadi bencana.

 

Sebanyak 47 peserta perwakilan dari tiap lembaga MPZ di Sulawesi Selatan mengikuti seluruh tahapan pelatihan simulasi tanggap bencana.

Baca Juga : Jaga Warisan Budaya Leluhur, Dompet Dhuafa Sulsel Gelar Program Aksara Lontara

Pada hari pertama, peserta dikenalkan tentang adaptasi & mitigasi perubahan Iklim. Pada hari selanjutnya, peserta diajak berdiskusi mengenai pemahaman dan analisis sederhana peta jalur evakuasi dengan peta skala yang berbeda-beda.

Sponsored by MGID

Setelah itu, peserta diberi tugas untuk memberikan pertolongan pertama pada saat evakuasi. Tidak hanya itu, peserta juga diberikan pembekalan pembuatan dapur umum sebagai asupan gizi pada lokasi bencana.

Pada hari terakhir, tim DMC Dompet Dhuafa memberikan pelatihan water rescue menggunakan perahu karet. Tujuan dari pelatihan ini diharapkan para peserta dapat sigap membantu korban bila terjadi banjir di wilayah masing-masing.

Baca Juga : Laporan Kinerja Dompet Dhuafa Sulsel 2021: Rp5,9 Miliar Dana Tersalur ke 46.786 Jiwa Penerima

Hadir pada pelatihan tanggap bencana ini, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jeneponto Drs Nur Alam, MSi dan Tim DMC Dompet Dhuafa selaku pemberi pemateri serta Tim Dompet Dhuafa Sulsel sebagai pelaksana kegiatan.

 

#Dompet Dhuafa Sulsel