Selasa, 02 November 2021 17:07

Pemkab Wajo Tetap Maksimalkan Pembangunan Jalan di Tengah Pandemi COVID-19

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Salah satu pengerjaan infrastruktur jalan di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.
Salah satu pengerjaan infrastruktur jalan di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Pada 2021 ini sudah ada beberapa ruas yang selesai dikerjakan dan sebagian masih dalam proses pelaksanaan.

RAKYATKU.COM, WAJO - Bupati dan Wakil Bupati, Amran Mahmud-Amran, mencanangkan berbagai proyek infrastruktur di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Pembangunan jalan termasuk prioritas.

Sejak memimpin Bumi Lamaddukelleng pada 2019 lalu, duo Amran terus berpacu merealisasikan 25 program kerja nyata. Salah satu yang masuk pada program unggulan itu adalah 1.000 Kilometer Jalan Mantap melalui pembangunan, peningkatan, dan preservasi/pemeliharaan ruas jalan.

Kucuran anggaran mengalir untuk menjalankan program ini. Meskipun di tengah refocusing anggaran karena pandemi COVID-19, pelaksanaannya tetap berusaha dimaksimalkan. Kini lebih dua tahun, sebagian sudah difungsikan. Termasuk untuk tahun ini, ada beberapa yang selesai dikerjakan.

Baca Juga : Amran Mahmud Satu-satunya Bupati di Sulsel Hadiri Penyerahan Hasil Kepatuhan Standar Pelayanan Publik 2021

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Wajo, Andi Pameneri, mengakui meskipun di tengah keterbatasan anggaran, Bupati tetap menekankan memaksimalkan anggaran untuk pembangunan infrastrukur, khususnya jalan dan jembatan.

"Jalan dan jembatan memang adalah kebutuhan prioritas bagi masyarakat, termasuk di Kabupaten Wajo. Bahkan, dalam rangka pengembangan pariwisata dan perekonomian masyarakat, Bapak Bupati selalu sampaikan untuk memaksimalkan pembangunan jalan dan jembatan untuk mendorong aksesibilitas dan mobilitas masyarakat," ucap Pameneri, Selasa (2/11/2021).

 

Pameneri menyampaikan, pada 2021 ini sudah ada beberapa ruas yang selesai dikerjakan dan sebagian masih dalam proses pelaksanaan. "Saat ini, ruas yang selesai dikerjakan atau dilakukan peningkatan jalan adalah ruas Ajuraja--Soro, Kecamatan Takkalalla dengan volume 2.340 meter x 4,5 meter dan nilai kontrak sebesar Rp8.599.824.000 dan ruas Wakke, Kecamatan Bola--Soro, Kecamatan Takkalalla dengan volume 242 meter x 4,5 meter serta nilai kontrak Rp634.281.000, masing-masing bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK)," beber mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Wajo ini.

Baca Juga : Direktur Alsintan Kementan Resmikan Pembangunan Lumbung Pangan Mandiri di Wajo

Sementara, Camat Takkalalla, Sandi Borahim, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas pembangunan ruas jalan yang terus dipacu. "Kami atas nama pemerintah dan masyarakat Kecamatan Takkalalla merasa sangat bersyukur dan menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Wajo dalam hal ini Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati atas kelanjutan pengaspalan hotmix jalan poros Ajuraja--Soro dan Wakke--Soro," ucap Sandi.

Sponsored by MGID

Pengaspalan jalan ini, lanjutnya, sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya masyarakat Desa Soro dan Desa Ajuraja. Terutama dalam peningkatan perekonomian masyarakat. Dengan kondisi jalan yang baik diharapkan dapat mendorong kenaikan harga hasil produksi di wilayah setempat.

"Pengaspalan jalan tersebut juga adalah yang terbaik di Kecamatan Takkalalalla karena ruasnya cukup lebar dan dilengkapi dengan talud serta drainase. Semoga ruas lainnya, terutama ruas Soro Utara--Labata juga bisa segera dilakukan peningkatan jalan karena ruas tersebut belum pernah mendapatkan pemeliharaan sejak puluhan tahun lalu," ucap Sandi.

Baca Juga : Makin Banyak Perguruan Tinggi Kerja Sama dengan Pemkab Wajo, Teranyar Universitas Terbuka

Diketahui, selain kedua ruas tersebut, peningkatan kapasitas struktur ruas Sompe (Salojampu--Lapaukke), Kecamatan Sabbangparu, dengan volume 3.823 meter x 4,5 meter dan nilai kontrak Rp12.679.273.000 dari DAK telah selesai dikerjakan. Beberapa ruas lain juga sementara dalam pelaksanaan.

Penulis : Abd Rasyid. MS
#pemkab wajo #Amran Mahmud