Senin, 25 Oktober 2021 12:26
Tim Pascasarjana Unhas Jurusan S2 Kebidanan yang diketuai Mardiana Ahmad, telah bertandang ke Enrekang, Jumat (22/10/2021) lalu.
Editor : Nur Hidayat Said

RAKYATKU.COM, ENREKANG - Kabupaten Enrekang dianugerahi pelbagai jenis kuliner, yang tidak hanya lezat, tetapi juga kaya manfaat. Salah satunya dangke, makanan khas yang terbuat dari susu. Dangke disebut bermanfaat untuk ibu hamil.

 

Salah satu dosen di Kota Makassar, Rika Riyandani, telah menuntaskan penelitian terkait manfaat dangke. Kini, penelitian berjudul Efektivitas Kerepuk Dangke terhadap Peningkatan Asupan Gizi dan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Anemia di Kabupaten Enrekang tengah ditindaklanjuti oleh tim dari Universitas Hasanuddin (Unhas).

Dosen kelahiran Garege, 13 Maret 1991 ini meyakini, kearifan lokal Enrekang dapat meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan khususnya ibu hamil.

Baca Juga : Bupati Enrekang dan Wakilnya Apresiasi Antusiasme Masyarakat Saat Pembukaan Mafest 2023

Penelitiannya ini bahkan telah dipublikasi pada Jurnal Internasional yang terindeks Scopus. Sebagai informasi, jurnal yang terindeks Scopus adalah idaman tiap peneliti.

 

Penelitiannya mengungkapkan kerupuk dangke mengandung zat gizi yang tinggi. Teruatama protein yang berperan penting dalam metabolisme zat besi. Zat besi ini sangat berpengaruh dalam proses pembentukan hemoglobin dalam tubuh untuk mencegah anemia.

"Sayangnya kerupuk dangke yang terjual di pasaran tidak menempatkan dangke sebagai bahan pokok melainkan sebagai bahan/komposisi pelengkap. Untuk itu dibuatlah suatu formula/resep kerupuk dangke yang mengandung jumlah zat gizi yang lebih tinggi. Terbukti meningkatkan kadar hemoglobin darah ibu yang menjadi indicator seorangibu anemia atau tidak," urai Rika.

Baca Juga : Sofha Cicipi Pangan Berbahan Pisang, Bupati Perkenalkan Enrekang Sebagai Penghasil Sayur

Pascasarjana Unhas lantas tertarik. Rika pun tidak pernah menyangka penelitiannya mendapat perhatian para terpelajar dari Unhas. "Harapan saya semoga dengan niat ini lahirlah kreasi dan inovasi olahan dari dangke sebagai makanan khas Enrekang yang kaya akan gizi dan menghantarkan dangke sebagai oleh-oleh khas Enrekang yang dikenal di skala nasional maupun internasional," tuturnya.

Tim Pascasarjana Unhas Jurusan S2 Kebidanan yang diketuai Mardiana Ahmad, telah bertandang ke Enrekang, Jumat (22/10/2021) lalu. Mereka meminta izin langsung dari Bupati Enrekang, Muslimin Bando, untuk menindaklanjuti hasil penelitian tersebut.

"Asupan gizi yang cukup pada 1.000 HPK (hari pertama kehidupan) sangat penting guna mencegah stunting. Mengingat angka stunting yang cukup tinggi. Karena itu kita berharap bisa membantu lewat beberapa kegiatan," kata Mardiana.

Baca Juga : Optimalkan Penerimaan Pajak, Bupati Enrekang Teken Perjanjian Kerjasama dengan DJP-DJPK

Mereka ingin menjadikan dangke dan olahannya menjadi peta penelitian mahsiswa S2 kebidanan hingga 2024. Ini akan dilakukan di Kecamatan Cendana sebagai daerah binaan.

Muslimin Bando menyambut baik maksud dari Unhas. Ia menyatakan kesiapannya mendukung penelitian itu lebih lanjut. "Ini sungguh kabar baik, meski sejak dulu manfaat dangke sudah terkenal, namun dengan penelitian ini apalagi didukung oleh Unhas, tentu diharapkan akan membawa manfaat lebih banyak kepada masyarakat kita," kata dia.

Tim dari Unhas juga mengunjungi peternakan sapi perah dan pembuatan dangke di Dusun Panette, Desa Lebang, kemudian melaksanakan pengabdian masyarakat di Puskesmas Kabere, Kecematan Cendana. Mereka mengadakan sosialisasi pengolahan dangke dan pulu mandoti untuk ibu hamil dan menyusui.

Penulis : Hasrul Nawir