Senin, 25 Oktober 2021 08:08

Bantu para Pengusaha Kecil, Baznas Makassar Luncurkan Program Bantuan Operasional Duafa Produktif

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ketua Baznas Kota Makassar, Ashar Tamanggong.
Ketua Baznas Kota Makassar, Ashar Tamanggong.

Program ini bernama Bantuan Operasional Duafa Produktif yaitu dengan memberikan bantuan modal kepada pengusaha-pengusaha kecil untuk mengembangkan usahanya.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Makassar meluncurkan sebuah program untuk membantu pegusaha-pengusaha kecil yang ada di Kota Makassar.

Program ini bernama Bantuan Operasional Duafa Produktif yaitu dengan memberikan bantuan modal kepada pengusaha-pengusaha kecil untuk mengembangkan usahanya.

"Alhamdulillah dengan program bantuan operasional duafa produktif ini, kita akan menciptakan saudagar tangguh. Bantuannya benar-benar bantuan modal. Bukan dana bergilir, tapi dia bergulir," kata Ashar Tamanggong, Ketua Baznas Kota Makassar, Minggu (24/10/2021).

Baca Juga : Baznas Makassar Gelar Workshop Dai Zakat, Ingatkan Potensi Bahaya bagi Orang Mampu

Bergulir artinya, kata Ashar, dari hasil usahanya itu mereka sendiri yang akan hasilkan tambahan modal dengan tujuan agar ada pergeseran dari mustahik (penerima) menjadi muzaki (pemberi).

"Jadi semua yang kita beri bantuan itu dia harus target berhenti dari jadi penerima (mustahik) menjadi pemberi, sudah itu kita tinggalkan," ucap Ashar.

 

Itu karena, kata Ashar, bantuan yang diberikan ini bukan pinjaman sehingga saudagar tangguh Baznas harus juga menabung tiap bulan di bank syariah dan dari situlah mendapatkan tambahan modal.

Baca Juga : Belum Diluncurkan, Kotak S3R Baznas Sudah Banyak Peminat

"Nanti di akhir periode tabungannya akan menjadi tambahan modal bagi saudagar tangguh yang bersangkutan, "ujar Ashar.

Sponsored by MGID

Setelah itu, kata Ashar, akan pindah lagi ke pegusaha-pengusaha kecil yang lainnya sehingga Makassar ini sebagaimana tujuannya, akan kesulitan mencari orang miskin.

Untuk menerima bantuan ini, Ashar membeberkan syaratnya yakni ada dua cara, ada yang mengajukan permohonan kemudian disurvei dan ada yang "kaget". Artinya yang bersangkutan sebenarnya butuh bantuan, tetapi tidak meminta. Baznas yang langsung melakukan asesmen.

Baca Juga : Baznas Makassar Teken MoU dengan Kemenag dan Serahkan Bantuan kepada Kaum Dhuafa

"Jadi jangan nanti kaget kalau kita tiba-tiba datang cerita-cerita dan setelah itu kita berikan bantuan modal dari Baznas sekian juta," ucapnya.

Sementara, untuk kuota penerima bantuan ini, kata Ashar, tidak ada batas. Selama ada donasi masuk, selama itu Baznas Makassar akan menyalurkan.

Sebab, menurut Ashar, Baznas tidak boleh menyimpan uang terlalu lama karena tugasnya memang menyalurkan, apakah menyalurkan bantuan ataukah mengeluarkan modal itu semuanya.

Baca Juga : Cepat Tanggap Bantu Korban Kebakaran, Baznas Makassar Dapat Apresiasi Dinsos

"Jadi tidak pernah terbatas kuota hanya ada target tahun ini sekian, bulan ini berapa orang, seperti hari ini 19 duafa kita bantu modal," ujarnya.

Untuk jumlah bantuan yang diberikan Ashar mengatakan minimal Rp3 juta sampai Rp7 juta dan itu tentukan tergantung kebutuhannya setelah disurvei.

"Biar mungkin dia meminta dua juta, tapi hasil asesmennya bilang lima juta maka kita kasih lima juta. Atau dia minta tujuh juta, tapi hasil asesmennya tiga juta maka itu yang kita kasih," tutur Ashar.

Sponsored by advertnative
 
Penulis : Usman Pala
#baznas makassar #Bantuan Operasional Duafa Produktif