Rabu, 13 Oktober 2021 16:59

Alumni STMIK Handayani yang Sukses Berkarier di Kalla Group Mengisi Sesi di PKKMB

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Alumni STMIK Handayani yang Sukses Berkarier di Kalla Group Mengisi Sesi di PKKMB

Kamaruddin mengingatkan mahasiswa pentingnya membuat goal setting sejak awal.

RAKYATKU.COM -- Menjadi kebanggaan bagi mahasiswa baru STMIK Handayani angkatan 2021/2022 karena di hari ketiga PKKMB, Rabu (13/10/2021), Kamaruddin salah satu alumni STMIK Handayani, menjadi pemateri.

Kamaruddin, alumni STMIK Handayani untuk program sistem informasi S1/S2. Sekarang aktif bekerja pada salah satu perusahaan ternama di Makassar, Kalla Group. Ia bekerja sebagai ICT Solution Delivery Departement Head Kalla Grup.

Ia mengisi sesi pertama dengan tema peluang kerja. Kamaruddin menyampaikan bagaimana memulai membuat goal setting. Tidak sekadar menjalani kuliah apa adanya.

Baca Juga : STMIK Handayani Gelar Kegiatan Ayo Mengaji, Ini Pesan Menyentuh Wakil Ketua III

Goal setting adalah proses menetapkan sasaran bagi diri kita. Goal yang lebih terinci dan berada di bawah kendali kita cenderung memunculkan usaha yang lebih besar daripada goal yang bersifat lebih umum.

 

Kenapa kita harus mulai membuat goal setting? Karena jika sejak awal kita sudah membuatnya, maka kita akan tahu apa yang menjadi prioritas dan apa yang harus kita usahakan untuk mendapatkannya.

Baca Juga : Raker HMTI STMIK Handayani, Programnya Diharapkan Lebih Digital dan Lebih Luas Cakupannya

Oleh karena itu, selama masih ada di bangku kuliah, apa yang menjadi konsentrasi ilmu pendidikan kita harus betul-betul dikuasai. Jangan hanya mengejar gelar sarjana, tetapi tidak mempunyai skill.

Sponsored by MGID

Di era revolusi industri 4.0, kita mempunyai banyak saingan. Dihadapkan dengan tenaga muda yang punya skill, integritas, dan kompetensi.

Untuk dunia kerja, tidak hanya dibutuhkan hardskill tetapi softskill/attitude juga harus tetap dijunjung tinggi sesuai dengan budaya ketimuran.

Baca Juga : 16 Hari, Yayasan Hadji Kalla-STMIK Handayani Latih Kaum Difabel Desain Grafis dan Troubleshooting

Apa yang harus dipersiapkan menghadapi era revolusi industri 4.0?

"Setiap kita harus mempersiapkan diri dengan cognitif skill, emotional skill, softskill, creativity, problem solving. Setelah menguasai hal tersebut, maka dengan mudah kita bisa melihat peluang karier/bisnis. Bisnis yang berkorelasi dengan background pendidikan ini adalah bisnis digital, startup yang bisa dikembangkan, software developement, dan IOT," ungkapnya.

Kamaruddin berharap, semua anak didik STMIK Handayani bisa menjadi enterprenuer dan teknoprenuer ke depannya.

Baca Juga : 5 Dosen STMIK Handayani Berhasil Menyelesaikan Program Profesi Insinyur

Sesi kedua diisi Novi Narilla SP, MSi dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar. Dalam sesi ini, Novi menyampaikan, Dinas Lingkungan Hidup merupakan unsur pelaksana pemerintah daerah di bidang Lingkungan Hidup.

"Apa tugas Dinas Lingkungan Hidup? Dinas lingkungan hidup menetapkan kebijakan teknis, melakukan konservasi, dan sebagainya," katanya.

Apa korelasi Dinas Lingkungan Hidup dengan dunia pendidikan?

Baca Juga : Yayasan Hadji Kalla dan STMIK Handayani Makassar Teken MoU Program Pelatihan untuk Disabilitas

Ia menjelaskan bahwa Dinas Lingkungan Hidup dapat bekerja sama dengan kampus atau mahasiswa dalam mengadakan penelitian, membuat program-program baik dalam wujud literasi digital maupun literasi lingkungan hidup.

Menurut UNESCO, salah satu pilar pendidikan adalah learning to live together atau belajar hidup bersama. Pendidikan di Indonesia mampu mencetak generasi, berperan dalam lingkungan, dan mampu menempatkan diri sesuai perannya.

Baca Juga : Yayasan Hadji Kalla dan STMIK Handayani Makassar Teken MoU Program Pelatihan untuk Disabilitas

Novi berharap sesi ini bisa menjadi pengetahuan tambahan bagi mahasiswa baru untuk belajar hidup bersama dan saling berdampingan walaupun berada di era digitalisasi.

 

Sponsored by advertnative
 
#STMIK Handayani