Jumat, 17 September 2021 21:25

Dari Pertemuan G20 di Florence, Italia; Mentan Syahrul Dukung Pertanian Afrika Capai Target SDGs

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Dari Pertemuan G20 di Florence, Italia; Mentan Syahrul Dukung Pertanian Afrika Capai Target SDGs

Mentan Syahrul Yasin Limpo menekankan negara G20 harus memegang peran penting dalam membangun lingkungan global yang kondusif untuk mendorong investasi di sektor pertanian.

RAKYATKU.COM -- Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak negara G20 meningkatkan peran sektor pertanian berkelanjutan dalam pencapaian Sustainable Development Goals terutama untuk Afrika.

Dukungan untuk kawasan Afrika melalui peningkatan kapasitas dan kapabilitas petani dalam meningkatkan produksi pertanian dapat menciptakan ketahanan pangan global.

Menteri Pertanian(Mentan), Syahrul Yasin Limpo menekankan negara G20 harus memegang peran penting dalam membangun lingkungan global yang kondusif untuk mendorong investasi di sektor pertanian serta memastikan perdagangan pangan dan pertanian yang adil dan lancar. Khususnya untuk mendukung Afrika dalam pencapaian target SDG 2030 terutama tujuan 2 yaitu penghapusan kelaparan.

Baca Juga : Mentan Semangati Widyaiswara, Dosen dan Penyuluh untuk Cetak SDM Pertanian Unggul

“Indonesia terus mendukung Afrika dengan berbagi pengalaman mengenai berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Indonesia dalam meningkatkan produksi pertanian dan pencapaian ketahanan pangan dan gizi,” ucap Syahrul dalam sambutan pada Open Forum on Sustainable Agriculture, Italia, Jumat (17/9/2021).

 

Syahrul mendorong kemitraan G20 dan Afrika juga harus dapat memberikan dampak yang luas dengan menjadikan Afrika sebagai bagian dari solusi. Termasuk dengan pemanfaatan secara optimal potensi yang dimiliki oleh Afrika. Dalam hal ini, kemitraan tersebut juga diharapkan sejalan dengan kebutuhan dan prioritas Afrika.

Baca Juga : Lepas Ekspor ke Prancis dan Belanda, Mentan SYL Kembangkan 1 Juta Bibit Jeruk Purut

“Kawasan Afrika terus menghadapi tantangan yang cukup serius akibat perubahan iklim, bencana alam, hama, penyakit tanaman dan ternak lintas negara. Permasalahan ini diperberat dengan munculnya pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir,” ucap Syahrul.

Sponsored by MGID

Diketahui, sejarah kedekatan Afrika dengan Indonesia yang telah dibangun sejak KTT Asia Afrika tahun 1955. Sejak saat itu, Indonesia telah turut serta mengembangkan sektor pertanian di Afrika dan telah berlangsung hingga tahun 2019.

Baca Juga : Mentan SYL Minta Karantina Perketat Produk Pertanian yang Masuk ke Indonesia

Bentuknya antara lain, pendirian Farmers Agriculture and Rural Training Center di tahun 1996 serta program kerja sama teknis dalam kerangka Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KKST) berupa pemberian bantuan alat dan mesin pertanian, pelatihan, pengiriman tenaga ahli dan kegiatan lainnya di 16 negara Afrika.

Kerja sama KSST yang telah dilakukan oleh Indonesia diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi negara lainnya untuk terus meningkatkan kemitraan dengan Afrika.

Sekadar informasi, Open Forum on Sustainable Agriculture diselenggarakan di Florence, Italia, 16-18 September 2021. Pertemuan tersebut merupakan side event pendahuluan dari Agriculture Ministerial Meeting G20 Italia yang akan dihadiri Menteri Pertanian dan berlangsung 17-18 September 2021 di tempat yang sama.

Baca Juga : Panen Masih Berlangsung, Grobogan Siap Penuhi Kuota Jagung 30 Ribu Ton

 

Sponsored by advertnative
 
Penulis : Usman Pala
#kementan