Rabu, 08 September 2021 12:53

Dua Sekolah di Parepare Disiapkan Jadi Pilot Project PTM

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Wakil Wali Kota Parepare, Pangerang Rahim.
Wakil Wali Kota Parepare, Pangerang Rahim.

Ada dua sekolah yang tengah direncanakan untuk pilot project pembelajaran tatap muka. SMP diwakili oleh SMPN 2 dan SDN 3 mewakili SD.

RAKYATKU.COM, PAREPARE - Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare tengah mempersiapkan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Wakil Wali Kota Parepare, Pangerang Rahim, mengatakan pemerintah pusat saat ini secara masif mulai melakukan PTM. Namun, masih banyak hal yang perlu menjadi pertimbangan.

"Seperti yang disampaikan Bapak Wali Kota bahwa saat ini Pemkot tengah mempertimbangkan sekolah PTM karena tidak satu atau dua hal saja yang dipertimbangkan dan diperhitungkan. Banyak hal yang harus dipertimbangkan, jadi kita tidak boleh gegabah karena jangan sampai menimbulkan klaster baru COVID-19," ujar Pangerang, Rabu (8/9/2021).

Baca Juga : Ini Daftar Nama 40 Pejabat yang Dilantik Wali Kota Danny Pomanto

Kendati demikian, Pemkot Parepare, kata Pangerang, juga merasakan bahwa belajar daring selama ini tidak efektif. Olehnya itu, pihaknya saat ini mempersiapkan dua sekolah sebagai pilot project PTM.

Hal itu dibenarkan Sekretaris Daerah Kota Parepare, Iwan Asaad. Dia mengungkapkan Pemkot Parepare saat ini tengah merencanakan dan memilih dua sekolah sebagai pilot project untuk PTM.

 

"Ada dua sekolah yang tengah direncanakan untuk pilot project pembelajaran tatap muka. SMP diwakili oleh SMPN 2 dan SDN 3 mewakili SD, untuk kita ajukan sebagai pilot project kepada Bapak Wali Kota Parepare," ungkap Iwan Asaad.

Baca Juga : Kamis Danny Kembali Lantik 40-an Pejabat, Empat Jabatan Eselon II Masih Tertunda

Lanjut Iwan Asaad, rencana ini akan dijalankan untuk melihat titik-titik kelemahan dan akan dibantu oleh Satgas COVID-19 untuk melakukan asesmen.

Sponsored by MGID

"Kita upayakan paling lama satu minggu pilot project sudah bisa jalan. Sekaligus nanti kita melibatkan teman media agar bisa melihat bahwa tahapan-tahapan ini ada yang perlu diperbaiki. Kalau sudah berjalan aman semua tahapannya, maka kita akan buatkan semacam paket sosialisasi untuk dikirim kepada orang tua agar terus mengontrol anaknya saat berangkat dan kembali dari sekolah. Untuk memastikan agar setelah pulang sekolah tidak boleh langsung berinteraksi dengan anggota keluarga di rumah," bebernya.

Sponsored by advertnative
 
Penulis : Hasrul Nawir
#pemkot makassar #Pembelajaran tatap muka