Jumat, 13 Agustus 2021 21:02

Berkali-kali Merampok, Pria Ini Ditangkap Gara-Gara Tulisan Tangannya Tak Bisa Dibaca Kasir

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Berkali-kali Merampok, Pria Ini Ditangkap Gara-Gara Tulisan Tangannya Tak Bisa Dibaca Kasir

Pelaku dilaporkan memasuki tiga bank dalam waktu dua pekan. Modusnya sangat halus. Biasanya, dia memberikan catatan tulisan tangan untuk meminta uang di kasir.

RAKYATKU.COM -- Ternyata jadi perampok pun butuh kecerdasan. Termasuk tulisan tangannya perlu bagus agar mudah dibaca orang lain.

Kalau tulisannya jelek dan tidak bisa dibaca, jadinya seperti Alan Slattery (67). Perampok berusia uzur itu ditangkap polisi gara-gara tulisan tangan yang sulit dibaca.

Slattery dilaporkan memasuki tiga bank dalam waktu dua pekan. Modusnya sangat halus. Biasanya, dia memberikan catatan tulisan tangan untuk meminta uang di kasir.

Baca Juga : Polisi Ungkap Motif dan Pelaku Perampokan Bank BJB

Modusnya jadi bumerang saat tulisan tangan pria Inggris ini tak bisa dibaca oleh kasir salah satu bank.

Dikutip dari LADbible, upaya pertamanya adalah di Nationwide Building Society di Terminus Road, pada 18 Maret 2021.

Namun, karena tulisan tangannya buruk, kasir kesulitan membaca catatan itu. Slattery akhirnya meninggalkan bank dengan tangan kosong.

Baca Juga : Melarikan Diri ke Sulteng, 5 Terduga Pelaku Perampokan Gudang di Makassar Dibekuk Jatanras

Seorang juru bicara Polisi Sussex mengatakan, "Staf di bank kemudian berhasil membaca catatan itu setelah Slattery pergi. Tertulis, "Layar Anda tidak akan menghentikan apa yang saya dapatkan. Serahkan saja 10-an dan 20-an. Pikirkan tentang pelanggan lain."

Setelah itu, karyawan bank menelepon polisi yang datang menyita catatan dan rekaman CCTV dari dalam bank.

Baca Juga : Perampok BRI Link di Lampung Ditembak Mati Setelah Pesta Sabu-Sabu

Slattery kemudian memasuki cabang Nationwide Building Society pada 26 Maret, di London Road, St Leonards. Dia kembali menyerahkan catatan semacam itu ke kasir. Kali ini dia diberi £2.400 atau sekitar Rp47,5 juta oleh kasir yang ketakutan.

Setelah menerima laporan ini, petugas mengatakan mereka mendatangi lokasi terakhir yang diketahui tempat Slattery beraksi. Dia akhirnya ditangkap atas dugaan perampokan dan dua tuduhan percobaan perampokan.

"Penggeledahan alamatnya menemukan beberapa label lengket yang identik dengan label yang telah diserahkan kepada staf di bank NatWest, dan jaket yang cocok dengan pria yang terlihat di CCTV dari NatWest," kata polisi.

Baca Juga : Baru Cairkan Uang dari Bank, Kakek 73 Tahun Dirampok di Makassar

Slattery mengaku bersalah atas ketiga pelanggaran, dan diberi hukuman enam tahun diperpanjang, terdiri dari empat tahun dalam tahanan dan dua tahun pada lisensi.

#perampokan