Senin, 02 Agustus 2021 10:07

Ceritakan saat Pembunuhan Presiden Haiti, Ibu Negara: Mereka Mengira Saya Sudah Mati

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Martine Moise. (Foto: AFP-Getty Images)
Martine Moise. (Foto: AFP-Getty Images)

"Ketika mereka pergi, mereka pikir saya sudah mati," katanya kepada New York Times (NYT), seperti dikutip oleh kantor berita AFP.

RAKYATKU.COM - Istri dari presiden Haiti yang dibunuh, sempat mendengarkan pembicaraan para pelaku bersenjata yang menyerbu rumahnya dan membunuh suaminya.

Martine Moise menyampaikan hal itu dalam wawancara pertamanya sejak serangan yang membuatnya luka serius itu.

Para pembunuh pada akhirnya menemukan yang mereka cari di kediaman Presiden Jovenel Moise dan kemudian mengecek apakah ibu negara masih hidup.

Baca Juga : Korban Tewas Gempa Haiti Jadi 1.297 Orang

"Ketika mereka pergi, mereka pikir saya sudah mati," katanya kepada New York Times (NYT), seperti dikutip oleh kantor berita AFP.

Wawancara diterbitkan pada Jumat (30/7/2021), beberapa pekan setelah peristiwa 7 Juli yang menimbulkan krisis baru di negara Karibia yang rentan itu.

 

Martine selamat dan dilarikan ke Amerika Serikat (AS) untuk mendapat perawatan darurat. Di AS, dia berbicara kepada harian NYT sambil didampingi petugas keamanan, diplomat, dan keluarga.

Baca Juga : Presiden Haiti Dituntut Mundur, Demonstran Bentrok dengan Polisi

Moise bertanya-tanya apa yang terjadi pada 30 hingga 50 pria yang biasanya bertugas untuk menjaga suaminya di rumah. Tidak ada satu pun dari penjaga itu yang tewas ataupun terluka.

Sponsored by MGID

"Hanya oligarki dan sistem yang bisa membunuhnya," katanya.

Polisi Haiti telah menangkap kepala pasukan pengawal presiden (paspampres), serta sekitar 20 pembunuh bayaran asal Kolombia. Polisi mengatakan plot itu diorganisasi oleh satu kelompok Haiti dengan dukungan asing.

Baca Juga : Presiden Haiti Dituntut Mundur, Demonstran Bentrok dengan Polisi

Sumber: AFP, VOA Indonesia

Sponsored by advertnative
 
#Haiti #Presiden Haiti Dibunuh