RAKYATKU.COM -- Kalau tahu bensinnya dibayar petugas SPBU, pengemudi BMW ini mungkin menangis. Bayangkan, pekerja kecil seperti itu harus membayar ganti rugi Rp602.000.
Pengemudi BMW itu mengisi bahan bakar di SPBU Kodam Bintaro 34-12304, Jumat dini hari (30/7/2021) sekitar pukul 04.15 WIB.
Dia hanya membuka kaca sedikit dan bertanya kepada petugas SPBU, "Bisa bayar pakai kartu debit, Bang?"
Baca Juga : Operator SPBU di Mamuju Tolak Pengisian BBM Subsidi Tak Sesuai Data, Pertamina Beri Apresiasi
"Bisa Bang," jawab petugas bernama Dhiaz Adiansyah.
"Kalau begitu isi full tangki," kata pengemudi BMW putih itu.
Dhiaz lalu membuka penutup tangki bensin dan mulai mengisi. Tercatat sekitar 61 liter sampai penuh. Harganya Rp602.000.
Baca Juga : Pertamina Jamin BBM Aman Saat Arus Balik Lebaran, SPBU hingga Toraja Disiagakan Penuh
Setelah selesai mengisi bensin, Dhiaz memperjelas kembali pembayarannya apakah tunai atau pakai kartu debit. Pengemudi bilang, kartu debit.
"Tunggu sebentar Bang ya," kata Dhiaz sambil berjalan mengambil mesin EDC.
Ternyata kesempatan itu dimanfaatkan pengemudi BMW untuk kabur. Dia tenyata hanya berpura-pura ingin membayar menggunakan kartu debit.
Baca Juga : Pasokan BBM Sulsel Terjaga, Pertamina Genjot Distribusi di Jeneponto, Bulukumba, dan Sinjai
"Dia langsung nyalain mesin mobil langsung kabur gitu aja, karena saya panik saya teriak langsung saya kejar, pas sudah sampai jalan raya saya lihat sudah jauh karena kan jalanan memang lagi sepi jam segitu. Makanya dia tancap gas ngebut," urai Dhiaz seperti dikutip dari Kompas.com.
Manajemen SPBU bukannya mengikhlaskan. Tiga orang yang bertugas malam diminta membayar ganti rugi. Mereka harus patungan untuk menalangi uang bensin pengemudi BMW tersebut. Kasihan.
"Sekarang kondisi lagi kayak begini. Semua serba susah, ditambah ada yang jelas orang berada, malah ngerugiin orang-orang kecil seperti saya," tutur Dhiaz.
Baca Juga : SPBU Pattallassang Resmi Beroperasi
