Sabtu, 24 Juli 2021 17:48

"Tidak Perlu Tes Covid-19 dan Isolasi," Wakil Menkes Jawab Pertanyaan Jemaah yang Baru Pulang Haji

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Suasana pemandangan Masjidilharam dari ketinggian. (Foto: SPA)
Suasana pemandangan Masjidilharam dari ketinggian. (Foto: SPA)

Hanya mereka yang menunjukkan gejala penyakit virus corona dalam dua pekan pertama yang harus menjalani tes dan isolasi.

RAKYATKU.COM,JEDDAH -- Jemaah haji yang pulang dari haji tidak perlu melakukan tes Covid-19. Juga tidak perlu mengisolasi diri saat kedatangan.

"Beberapa jemaah haji tahun ini menanyakan perlunya tes Covid-19 atau isolasi sekembalinya ke keluarga," kata Wakil Menteri Kesehatan Arab Saudi untuk Urusan Pencegahan, Dr Abdullah Assiri.

"Karena semua jemaah dan jemaah haji mendapat vaksin, maka tidak perlu dilakukan pemeriksaan atau isolasi, kecuali mereka menunjukkan gejala penyakit virus corona dalam dua pekan pertama," katanya dikutip dari Arab News, Sabtu (24/7/2021).

Baca Juga : Resmikan Tiga Gedung Baru PLHUT, Dirjen PHU Kemenag RI Sebut Calon Jemaah Haji Sulsel Paling Sabar

Sementara itu, 92 persen dari mereka yang mengatakan akan mendapatkan vaksin melakukannya. Ada tiga motif terpenting yang membuat orang ragu untuk mengambil vaksin Covid-19.

Pertama, keyakinan dan dukungan keluarga setelah satu atau lebih anggota mengambil vaksin. Kedua, rasa tanggung jawab nasional dan sosial. Ketiga, alasan ekonomi.

 

Menurut laporan oleh Kaiser Family Foundation berjudul “Vaccine Monitor: Dengan Kata-Kata Mereka Sendiri, Enam Bulan Kemudian,” orang yang tidak mendapatkan vaksin adalah remaja karena keyakinan orang tua mereka, berpendidikan paling rendah dalam masyarakat, suku minoritas, atau yang tidak memiliki asuransi kesehatan.

Baca Juga : Menag Dapat Sinyal Positif dari Menteri Haji Saudi, Begini Hasil Pembicaraannya

"Ada tiga alasan utama untuk menolak vaksin: Takut akan efek samping, keraguan tentang kecukupan studi tentang vaksin, dan tidak percaya bahwa tidak perlu vaksin," tambah Assiri.

Sponsored by MGID

Berbicara tentang varian delta, Assiri mengatakan, “Delta merumuskan kembali perhitungan; kekebalan dari infeksi alami tidak lagi cukup dan melengkapi dua dosis telah menjadi kebutuhan.”

Dia menambahkan bahwa pandemi terburuk telah berakhir di negara-negara yang menyediakan vaksin untuk sebagian besar penduduknya.

Baca Juga : Jeda Haji 2 Tahun Dimanfaatkan Arab Saudi Bangun Megaproyek, Begini Kondisi Makkah Sekarang

“Kami tidak akan menyaksikan, insya Allah, kembalinya gelombang penyakit parah dan kematian.”

 

#Haji 2021