Senin, 13 Desember 2021 22:02

Resmikan Tiga Gedung Baru PLHUT, Dirjen PHU Kemenag RI Sebut Calon Jemaah Haji Sulsel Paling Sabar

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Resmikan Tiga Gedung Baru PLHUT, Dirjen PHU Kemenag RI Sebut Calon Jemaah Haji Sulsel Paling Sabar

Sudah lima bangunan PLHUT yang dibangun di Sulsel, yaitu di Wajo, Bulukumba, Sidrap, Maros, dan Pangkep, dan rencananya di tahun 2022 nanti gedung PLHUT juga akan dibangun di Jeneponto dan Luwu

RAKYATKU.COM,MAKASSAR -- Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia Prof Hilman Latief, MA, PhD melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sulawesi Selatan, Minggu (12/12/2021).

Kedatangan Dirjen PHU ini ke Sulsel untuk melakukan pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Bidang dan Seksi PHU Kemenag Sulsel sekaligus meresmikan dan menandatangani prasasti tiga bangunan baru Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) di Sulsel yakni PLHUT Kabupaten Maros, Pangkep, dan Sidrap.

Acara yang digelar di aula Wisma Birr Ali Asrama Haji Sudiang Makassar ini dihadiri oleh Kasubdit Transportasi pada Ditjen PHU Kemenag RI H Nurhalis Iskandar Idy, Kepala Bidang PHU Kanwil Kemenag Sulsel H Ali Yafid, Kepala UPT Asrama Haji Sudiang Makassar H Ikbal Ismail, para Kakankemenag dan Kasi PHU Kemenag Kabupaten/Kota se-Sulsel.

Mewakili kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel, Ali Yafid membeberkan fakta seputar haji di Sulsel. Di antaranya jumlah jemaah Haji yang masuk waiting list atau daftar tunggu di Sulsel saat ini yakni sebanyak 238.135 orang, dengan kuota haji terakhir sebesar 7.272 orang.

Baca Juga : Menag Dapat Sinyal Positif dari Menteri Haji Saudi, Begini Hasil Pembicaraannya

"Fakta ini menempatkan Sulsel sebagai provinsi terlama masa tunggu hajinya yaitu 46 tahun untuk Bantaeng sebagai kabupaten terlama masa tunggunya dan yang terendah di Sulsel adalah Kabupaten Enrekang dan Luwu yaitu 22 tahun," ungkap dia.

Terkait Pembangunan PLHUT, mantan Kakankemenag Bulukumba ini menjelaskan bahwa bangunan PLHUT di Sulsel mulai dibangun pada tahun 2019 sampai 2021.

 

"Sudah lima bangunan yaitu di Wajo, Bulukumba, Sidrap, Maros, dan Pangkep, dan rencananya di tahun 2022 nanti gedung PLHUT juga akan dibangun di Jeneponto dan Luwu," ucap Ali Yafid.

Baca Juga : Jeda Haji 2 Tahun Dimanfaatkan Arab Saudi Bangun Megaproyek, Begini Kondisi Makkah Sekarang

"Pembangunan PLHUT Kabupaten Maros, Pangkep dan Sidrap yang menggunakan anggaran melalui skema SBSN kurang lebih sekitar Rp2 miliar serta dikerjakan selama lima bulan dan ketiganya sudah diserahterimakan pada 5 November 2021 lalu," jelasnya.

Sponsored by MGID

Ali Yafid juga mengatakan bahwa progres pembangunan tiga buah PLHUT di Sulsel masuk dalam delapan besar terbaik se-Indonesia.

Baca Juga : "Tidak Perlu Tes Covid-19 dan Isolasi," Wakil Menkes Jawab Pertanyaan Jemaah yang Baru Pulang Haji

Sementara itu Dirjen PHU Kemenag RI Hilman Latief dalam arahannya sebelum meresmikan dan menandatangani prasasti tiga gedung PLHUT di Sulsel untuk tahun anggaran 2021 sangat mengapresiasi progres pembangunan PLHUT di Sulsel yang ketiga-tiganya bisa selesai sebelum waktunya dan dinyatakan sukses oleh Inspektorat Jenderal dan BPK.

Hilman Latief juga berkisah bahwa sekitar pertengahan November 2021 dirinya bersama Menteri Agama RI berkunjung ke Arab Saudi dan menemui berbagai pihak yang berkepentingan soal haji dan umrah di sana.

Di antaranya, kata Hilman, mereka menemui Kementerian Haji Arab Saudi, muassasah, naqabah, gubernur Makkah dan disana mereka melakukan mitigasi soal bagaimana soal prospek perhajian dan umrah ke depan khususnya di masa pandemi saat ini.

Baca Juga : Setelah Toko Tak Lagi Tutup saat Waktu Salat, Polisi Wanita Mulai Terlihat di Makkah dan Madinah

"Alhamdulillah hasilnya mengembirakan, karena Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sangat merespons usulan dari Menag RI untuk memberikan kemudahan bagi jemaah (haji dan umrah)," ucapnya.

Menurutnya, Pemerintah Arab Saudi hanya meminta validasi dokumen dan kedisiplinan serta kejujuran dari negara negara pengirim jemaah haji dan umrah terkait protokol kesehatan.

Hilman Latief juga menyampaikan sejumlah kesepakatan dengan pihak Arab Saudi di antaranya untuk memperpendek waktu karantina.

Baca Juga : Di Balik Rendahnya Kualitas Makanan, Raja Salman Dapat Pujian dan Doa Atas Keberhasilan Haji 2021

Katanya, Pemerintah Saudi memberikan masa karantina jemaah umrah menjadi 48 jam karantina, kemudian dicabutnya suspend penerbangan bagi Indonesia bersama empat negara lainnya.

Selain itu Hilman Latief mengapresiasi jemaah haji Sulsel yang terus sabar menunggu untuk menunaikan rukun Islam yang kelima ini.

"Saya melihat jemaah yang paling sabar adalah dari Sulsel yang menempatkan diri sebagai provinsi terlama daftar tunggunya di Indonesia. Karena itu mari menjawab kesabaran jemaah haji kita dengan mempersiapkan dan lebih memantapkan sistem, fisik, dan psikologis jemaah haji dan umrah kita ke depan utamanya soal manasik di masa pandemi," ujarnya.

Baca Juga : Di Balik Rendahnya Kualitas Makanan, Raja Salman Dapat Pujian dan Doa Atas Keberhasilan Haji 2021

Ia juga mengatakan bahwa rencananya akhir Desember ini Kemenag dengan PPUI berusaha untuk memberangkatkan beberapa rombongan awal umrah ke Tanah Suci sesuai ketentuan dan kesepakatan teknis dengan kerajaan Saudi Arabia.

"Ini akan menjawab harapan Arab Saudi akan keseriusan dan komitmen negara kita terkait penerapan protokol kesehatan yang menjadi perhatian serius Arab Saudi saat ini," ucap Hilman Latief.

Sementara untuk pembimbing haji, pihaknya sudah mulai mempersiapkan diri untuk mencetak pembimbing haji yang tersertifikasi utamanya bagi kaum hawa (perempuan), sebab sebagian besar jemaah haji Indonesia merupakan kaum perempuan, serta seiring dengan sudah longgarnya kebijakan terhadap kaum hawa di Saudi Arabia.

Baca Juga : Di Balik Rendahnya Kualitas Makanan, Raja Salman Dapat Pujian dan Doa Atas Keberhasilan Haji 2021

"Kami minta ke seluruh jajaran Kemenag khususnya di Sulsel agar aktif mensosialisasikan kebijakan pelaksanaan haji dan umrah utamanya soal kesepakatan regulasi antara kedua negara (Indonesia - Arab Saudi) terkait teknis pelaksanaan haji dan umrah," tegas Hilman Latief.

"Dan tak kalah pentingnya, saya minta dengan adanya gedung PLHUT maka kualitas layanan haji dan umrah bisa semakin meningkat utamanya dalam memberi kenyamanan kepada para calon jemaah haji," tutupnya.

Penulis : Usman Pala
#Haji 2021