Rabu, 23 Juni 2021 23:12

Sempat Mengeluh Panas Dingin ke Dokter, Pembina Pesantren di Jeneponto Sakit Parah Usai Divaksin

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Sempat Mengeluh Panas Dingin ke Dokter, Pembina Pesantren di Jeneponto Sakit Parah Usai Divaksin

Irawati sudah menyampaikan kondisinya kepada dokter bahwa dia merasa demam. Juga baru-baru menjalani operasi. Namun, tetap divaksin.

RAKYATKU.COM,JENEPONTO -- Warga kampung bernama Irawati terbaring di rumahnya. Dia mengalami sakit usai divaksin.

Irawati mengajar di Pondok Pesantren Al Hikam Pitape, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Dia mengaku merasakan pusing dan mual serta tulang-tulang terasa sakit dan tidak bisa berdiri usai menerima vaksin Covid-19 di Puskesmas Bontomate'ne. Sebelum divaksin ia juga mengaku menyampaikan keluhannya saat di-screening.

Baca Juga : Vaksin COVID-19 Bisa Jadi Akan Disuntikkan Tiap Tahun, Tak Cuma 2 Kali

"Saya rasakan panas seperti terbakar. Pusing seperti terputar ke belakang, mual dan tulang saya terasa sakit semua. Saya sampaikan keluhanku, saya bilang panas dingin ini, Dok. Habis dioperasi juga," ujar Irawati kepada wartawan, Rabu (23/6/2021). 

Juru bicara tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto, Suryanigrat mengatakan pasien mengikuti vaksinasi pertama pada 14 Juni 2021.

 

"Mengikuti prosedur vaksin yakni di-screening oleh dokter dan tidak ada masalah. Memenuhi syarat untuk divaksin. Setelah divaksin, tidak ada keluhan sehingga petugas membolehkan pulang," terang Suryaningrat, Rabu (23/6/2021).

Baca Juga : Luar Biasa! Inilah Kota Pertama yang Sudah Vaksinasi 100 Persen Penduduknya

Selanjutnya, pada 20 Juni 2021, Irawati datang ke puskesmas pembantu terdekat. Dia melaporkan keluhan sakit kepala, batuk, pusing, mual, dan muntah setelah divaksin. Petugas pustu memberikan obat sesuai gejala yang dialami.

Sponsored by MGID

Pada 22 Juni 2021, dia datang lagi ke puskesmas sehubungan dengan keluhan yang dialaminya. Setelah diberikan obat oleh petugas pustu, dia tidak mengalami perubahan. Malah gejalanya bertambah menjadi kram dan perut terasa terbakar atau panas.

"Oleh dokter puskesmas, diobservasi selama dua jam untuk memantau progres intervensi yang diberikan, setelah observasi. Dokter puskesmas sarankan untuk dirujuk ke RS Lanto, tapi pasien tidak bersedia dan hanya meminta obat kepada dokter dan diantar pulang oleh ambulans Puskesmas Bontomatene," sebutnya.

Baca Juga : Kemenkes Terbitkan 6 Syarat Vaksinasi Covid-19 untuk Ibu Hamil, Kalau Sakit Dirujuk ke RS

Pada 23 Juni 2021 pukul 15.00, pasien dikunjungi di rumahnya di Bontosunggu, Desa Bungungloe oleh tim vaksinator. Keadaan umum sudah membaik, vertigo sudah berkurang, dada sudah tidak panas lagi seperti yang dirasa sebelumnya, kram di tangan dan kaki juga sudah berkurang setelah mengonsumsi obat dari PKM.

"Hasil kajian, pasien belum bisa dikategorikan sebagai KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) vaksin Covid.
Gejala batuk, demam, mual, muntah dan merasa kram adalah gejala simptomatik pada orang yang sudah divaksin dan hal yang wajar," urainya.

Dia menambahkan, tim Dinas Kesehatan dan Puskesmas Bontomatene akan memantau kasus ini serta akan mengkonsultasikan ke komisi KIPI Provinsi Sulawesi Selatan untuk memastikan kejadian yang dihadapi oleh pasien.

Baca Juga : Ketua DPRD Sulsel Beri Contoh, Datangkan Petugas Puskesmas Vaksin Seluruh Penghuni Rumah Dinasnya

"Tidak benar kalau dikatakan lumpuh. Saat ini sudah mendapat penanganan di Rumah Sakit Lanto Dg Pasewang. Dan akan memantaunya serta mengkonsuktasikan ke Komisi KIPI untuk memastikan gejala yang dihadapi pasien," pungkasnya.

Sponsored by advertnative
 
Penulis : Samsul Lallo
#vaksinasi jeneponto #vaksinasi covid-19