Senin, 14 Juni 2021 21:50

Meninggal Dunia, Ini Profil Mantan Atlet Bulutangkis Indonesia Markis Kido

Fathul Khair Akmal
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Markis Kido meninggal dunia (AFP/GOH CHAI HIN)
Markis Kido meninggal dunia (AFP/GOH CHAI HIN)

Atlet bulutangkis Indonesia, Markis Kido meninggal dunia. Penyebab Markis Kido meninggal dunia diduga serangan jantung.

RAKYATKU.COM - Mantan atlet bulutangkis Indonesia, Markis Kido meninggal dunia, Senin (15/6/2021). Penyebab Markis Kido meninggal dunia, diduga karena serangan jantung. Simak profil Markis Kido di bawah ini.

"Markis Kido meninggal dunia. Kelihatannya lagi main bareng. Tidak tahu penyakit pastinya," kata mantan Humas PBSI, Yuni Kartika lewat sambungan telepon dilansir dari CNNIndonesia.

Baca Juga : Jane Shalimar Meninggal Dunia Jelang Subuh Setelah Berjuang Melawan Covid-19

 

Yuni mengatakan, legenda bulutangkis Indonesia itu meninggal dunia, saat sedang bermain bulutangkis di Tangerang.

 

Legenda bulutangkis Indonesia ini diketahui meninggal dalam usia 37 tahun.

Baca Juga : Paranormal Mbak You Meninggal Dunia, Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit

Berikut Profil Markis Kido

Sponsored by MGID

Markis Kido adalah kakak kandung dari Bona Septano dan Pia Zebadiah Bernadet yang juga penghuni pelatnas Cipayung. Bona merupakan pemain ganda putra yang berpasangan dengan Mohammad Akhsan, sedangkan adiknya Pia adalah pemain ganda campuran yang saat ini berpasangan dengan Fran Kurniawan.

Anak dari (alm.) Djumharbey Anwar dan Yul Asteria Zakariaia ini berpasangan dengan Hendra Setiawan dan menduduki peringkat pertama dunia IBF untuk ganda putra. Mereka adalah pasangan andalan Indonesia setelah pensiunnya pasangan Chandra Wijaya/Sigit Budiarto dan meredupnya pasangan Luluk Hadianto/Alvent Yulianto Chandra.

Baca Juga : Wanita Ini Kini Hamil Setelah Ambil Sperma dari Tubuh Suaminya yang Sudah Meninggal

Karir Markis berawal di Pelatnas Cipayung. Markis kali pertama memulai karier di dunia bulutangkis dipasangkan dengan Hendra Setiawan.

Kombinasi Markis-Hendra terbukti sukses dengan sederetan juara yang berhasil disabet, seperti Djarum Indonesia Open (2005), Hongkong Open (2006), World Championship (2007), Olimpiade Beijing (2008), Malaysian Super Series (2008).

Meski terbilang sukses, ketidakcocokan kontrak yang ditawarkan PB PBSI membuat Markis dan Hendra memutuskan hengkang dari Pelatnas di 2009.

Baca Juga : Punya Firasat Didatangi Malaikat Pencabut Nyawa, 45 Hari Kemudian Tentara Turki Ini Tewas

Keluar dari Pelatnas tidak membuat mereka kehilangan skill bermain. Dibuktikan dengan keberhasilan mereka menyabet gelar juara laga Singapura Open yang diselenggarakan, Juni 2012.

Namun kesolidan ganda putra unggulan ini terhenti pada Agustus 2012. Saat itu, Hendra Setiawan memutuskan kembali ke Pelatnas Cipayung.

Selepas kepergian Hendra, Markis bermain di dua nomor, yakni ganda putra dan campuran. Untuk ganda campuran, dia dipasangkan bersama sang adik Pia Zebadiah.

Baca Juga : "Innalillah, Selamat Jalan Anang Hermansyah" Postingan Ini Buat Ashanty dan Aurel Geram

Kombinasi saudara pebulutangkis ini mengawali langkah mereka di ajang Djarum Indonesia Open 2012. Penampilan gemilang ditunjukkan pasangan ganda campuran unggulan peringkat tujuh dunia ini ketika sukses menjadi juara Yonex Sunrise Vietnam Open GP 2012.

Sedangkan di nomor ganda putra, ia hadir bersama Alvent Yulianto. Keduanya sukses menembus babak ketiga Kejuaraan Dunia 2013.

PENGHARGAAN
-2004: Juara 2 untuk ganda putra Realkredit Denmark Open di Denmark

Baca Juga : "Innalillah, Selamat Jalan Anang Hermansyah" Postingan Ini Buat Ashanty dan Aurel Geram

-2005: Juara 3 untuk ganda putra German Open di Jerman

-2005: Juara pertama untuk ganda putra Djarum Indonesia Open di Indonesia

-2005: Juara pertama untuk ganda putra Kejuaraan Asia di Hyderabad, India

Baca Juga : "Innalillah, Selamat Jalan Anang Hermansyah" Postingan Ini Buat Ashanty dan Aurel Geram

-2006: Juara 3 untuk ganda putra Noonnoppi Korea Open di Korea

-2006: Juara 2 untuk ganda putra Djarum Indonesia Open di Indonesia

-2006: Juara pertama untuk ganda putra China Open di Cina

Baca Juga : "Innalillah, Selamat Jalan Anang Hermansyah" Postingan Ini Buat Ashanty dan Aurel Geram

-2006: Juara pertama untuk ganda putra Hongkong Open di Hongkong

-2006: Juara 3 untuk tim beregu Piala Thomas di Jepang

-2006: Perempatfinal untuk ganda putra Kejuaraan Dunia di Madrid, Spanyol

Baca Juga : "Innalillah, Selamat Jalan Anang Hermansyah" Postingan Ini Buat Ashanty dan Aurel Geram

-2006: Perempatfinal untuk ganda putra Kejuaraan Asia di Johor Bahru, Malaysia

-2007: Juara pertama untuk ganda putra Kejuaraan Dunia di Kuala Lumpur, Malaysia

-2007: Juara 2 untuk tim beregu Piala Sudirman di Glasgow, Britania Raya

Baca Juga : "Innalillah, Selamat Jalan Anang Hermansyah" Postingan Ini Buat Ashanty dan Aurel Geram

-2007: Juara pertama untuk ganda putra Hongkong Open di Hongkong

-2007: Juara pertama untuk ganda putra China Open di Cina

-2007: Juara pertama untuk ganda putra China Taipei Open di Cina

Baca Juga : "Innalillah, Selamat Jalan Anang Hermansyah" Postingan Ini Buat Ashanty dan Aurel Geram

-2007: Juara 2 untuk ganda putra Wilson Swiss Open di Swiss

-2007: Juara 2 untuk ganda putra China Masters di Cina

-2007: Juara 3 untuk ganda putra Denmark Open di Denmark

Baca Juga : "Innalillah, Selamat Jalan Anang Hermansyah" Postingan Ini Buat Ashanty dan Aurel Geram

-2007: Juara 3 untuk ganda putra Macau Open di Makau

-2007: Juara 3 untuk ganda putra Yonex Japan Open di Jepang

-2007: Juara 3 untuk ganda putra Aviva Singapore Open di Singapura

Baca Juga : "Innalillah, Selamat Jalan Anang Hermansyah" Postingan Ini Buat Ashanty dan Aurel Geram

-2007: Juara 3 untuk ganda putra Proto Eon Malaysia Open di Malaysia

-2008: Juara pertama untuk ganda putra Olimpiade Beijing di Beijing, Cina

-2008: Juara 3 untuk tim beregu Piala Thomas di Jakarta, Indonesia

Baca Juga : "Innalillah, Selamat Jalan Anang Hermansyah" Postingan Ini Buat Ashanty dan Aurel Geram

-2008: Juara pertama tim ganda putra Proton Malaysia Open di Malaysia

Sponsored by advertnative
 
#markis kido #bulutangkis #meninggal dunia