Senin, 14 Juni 2021 15:20

Pembunuhan di Kutai Timur, Suami Tebas Istri dan Sembelih Anaknya Lalu Serang Masjid Tanpa Busana

Fathul Khair Akmal
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Suami bunuh istri dan anaknya di Kutai Timur diduga tuntut ilmu hitam (Istimewa)
Suami bunuh istri dan anaknya di Kutai Timur diduga tuntut ilmu hitam (Istimewa)

Pria di Kutai Timur bunuh istri dan sembelih anaknya. Setelah pembunuhan itu, pria tersebut lalu menyerang masjid.

RAKYATKU.COM - Seorang pria di Dusun Perdau, Desa Sepasos Barat, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur, tega menebas istri dan sembelih anaknya hingga tewas, Minggu (14/6/2021).

Pria berinisial AH (30), pembunuhan" href="https://rakyatku.com/tag/pembunuhan">membunuh istri dan anaknya saat dalam ayunan sang ibu.

Saat ditemukan, istri dan anaknya yang masih berusia 2 tahun itu sudah dalam keadaan tak bernyawa dengan kondisi berlumuran darah.

Baca Juga : Dari Wisma Atlet Jadi Hotel Bintang 4, Claro Pandurata Samarinda Bidik Pasar MICE dan Event Nasional

Pelaku tega membunuh anggota keluarganya sendiri, diduga akibat mengidap gangguan jiwa setelah menuntut ilmu hitam.

Akibat kejahatannya itu, sang istri mengalami luka di bagian kepala. Sedangkan anaknya mengalami luka di bagian leher.

Tidak sampai di situ. Setelah membunuh anak dan istrinya, pelaku kemudian berlari tanpa busana menyerang masjid di sekitar rumahnya. Belum diketahui motif dia melakukan tindakan itu.

Baca Juga : Kalla Beton Suplai 78.000 m³ Beton untuk Proyek Jalan dan Embung KIPP di IKN

Sementara itu video penyerangan ini kemudian beredar di media sosial. Pelaku tampak dibekuk oleh beberapa orang yang berada di dalam masjid.

"Pelaku sudah diamankan. Ada luka goresan di bagian lehernya," kata Kapolsek Bengalon AKP, Slamet Riyadi dikutip dari indozone.id.

Pelaku hingga kini masih belum dimintai keterangan. Sehingga belum diketahui latar belakang pelaku tega melakukan tindakan sadis itu.

Baca Juga : Kasus Suami Bunuh Suami di Bone, Pelaku Ditangkap di Kolaka Utara

"Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut," kata Slamet Riyadi.

Namun berdasarkan keterangan yang dihimpun pelaku sedang menuntut ilmu hitam sehingga mengalami gangguan jiwa.

#pembunuhan #Kalimantan Timur