Kamis, 06 Mei 2021 22:59

Nekat Takbir Keliling di Tengah Pandemi Covid-19, Polrestabes Makassar Siap Bubarkan

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Kombes Pol Witnu Urip Laksana
Kombes Pol Witnu Urip Laksana

Ini lebaran Idulfitri kedua yang tanpa takbir keliling di Makassar sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Ini tahun kedua lebaran tanpa takbir keliling di Makassar. Polisi siap membubarkan warga yang nekat.

Polisi bukan anti Islam. Sikap tegas itu bagian dari upaya mencegah penyebaran Covid-19.

 

"Apa yang sudah diatur kemudian apa yang sudah dikeluarkan pemerintah kita dalam mengendalikan Covid-19. Maka dari ini Polri-TNI siap membantu Pemkot," ucap Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana kepada wartawan di balai kota Makassar, Kamis (6/5/2021).

Baca Juga : Wali Kota Makassar Ingatkan Varian Baru Covid-19

Salah satu yang menjadi pusat perhatian Polri-TNI adalah perayaan Idulfitri, termasuk takbir keliling yang setiap tahun menjadi agenda tahunan masyarakat. Alasan utamanya karena tidak ingin mobilitas takbir ini akan menjadi interaksi antara sesama warga.

"Apalagi sebagian masyarakat yang sebelumnya tidak pernah bertemu, ini dapat membawa virus ataupun tidak. Semua ini dampak dari kesehatan. Makanya kami akan melarang takbir keliling," tegasnya.

Kedua, salat Idulfitri, Pemkot mengambil kebijakan bahwa Polri-TNI mendukung kebijakan ini untuk ikut menyampaikan ke masyarakat tentang pembatasan tempat salat Idulfitri. mengurangi kerumunan, menghindari kontak fisik dan menghindari mobilitas satu sama lain. Makanya dibuka sebanyak-banyaknya di jalan, di masjid yang ada di RW.

Baca Juga : Waspada! COVID-19 Varian XBB Terdeteksi di Indonesia

"Mudah-mudahan masyarakat paham. Karena kita melihat pengalaman-pengalaman sebelumnya inikan kegiatan sunnah. tentu ada kewajiban yang harus didahulukan," tambahnya.

Sponsored by MGID

Pria kelahiran 1970 ini akan menurunkan 730 personelnya untuk memantau pergerakan masyarakat yang melakukan takbir keliling. Ini upaya dalam mengamankan perayaan Idulfitri. Ia menuturkan tak segan-segan akan membubarkan jika melihat ada kerumunan.

"Mulai dari malam takbiran, salat Idulfitri termasuk larangan mudik dan aktivitas masyarakat di tempat-tempat yang rawan terjadi kerumunan, tempat wisata, tempat perbelanjaan ini nanti kita akan amankan. Kecuali Masjid Raya dan Al-Markaz," tuntasnya.

#Covid-19 #idulfitri