RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Ketua DPD II Golkar Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membantah isu yang beredar di tengah masyarakat bahwa partainya mendukung wacana Pemkot Makassar me-resetting RT/RW.
Menurutnya, pihaknya sama sekali tidak pernah membuat suatu keputusan kesepakatan mendukung resetting RT/RW.
Selain itu, fraksi-fraksi yang ada di DPRD Kota Makassar pun sebaliknya. Pria yang juga menjabat sebagai CEO PSM Makassar menjelaskan tidak ada arahan seperti itu.
Baca Juga : Kurangi Risiko Banjir, Wali Kota Makassar Dorong Pengerukan Kanal dan Drainase
"Tidak ada arahan sama sekali, apalagi keputusan, baik dari partai maupun ke fraksi," kata Appi, sapaan akrabnya, Senin (26/4/2021).
Appi menjelaskan, Partai Golkar akan selalu mendukung kebijakan pemerintah yang pro terhadap masyarakat dan pembangunan Kota Makassar.
Terkait dengan wacana kebijakan resetting RT/RW, kata Appi, partainya akan terlebih dahulu mengkaji itu. Kalau dinilai berdampak buruk, atau melanggar dari aturan yang ada, maka akan ditolak.
Baca Juga : Appi Dorong Pembangunan Jalur Transportasi Terintegrasi dan Ramah Lingkungan di Makassar
"Saya diam karena memang menunggu perencanaan kebijakan itu secara resmi atau tertulis. Ini kan masih wacana saja," jelasnya.
Menurut Appi, sebenarnya fraksi Golkar di DPRD Kota Makassar sebelumnya juga berpandangan yang sama. Wacana itu belum enggan ditanggapi dengan keputusan dukung-mendukung.
"Pak Wahab dan teman-teman itu juga bilang begitu, belum mendukung. Akan terlebih dahulu dikaji nanti," imbuhnya.
Baca Juga : Pemkot Makassar Pastikan Stabilitas Pangan dan Keamanan Jelang Idulfitri 1446 H
Sementara itu Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Abdul Wahab Tahir, mengatakan fraksi Golkar tidak mendukung ataupun menolak, hanya menungguh penjelasan dari Pemkot Makassar.
"Kami menungguh penjelasan Pemkot secara tertulis agar kami dapat melakukan kajian objektif tentang hal tersebut. Karena posis fraksi Golkar adalah mitra kritis pemerintah," ucapnya kepada Rakyatku.
Legislator dari Partai Golkar ini juga menuturkan kemarin hanya mendengar aspirasi dari RT/RW dan sama sekali belum menyatakan sikap.