Jumat, 23 April 2021 15:02

Ilmuwan AS Temukan Varian Corona Terbaru, Kemungkinan Lebih Menular dan Infeksi Lebih Lama

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Varian baru ini terdeteksi pertama kali pada sampel saliva atau air liur mahasiswa Texas A&M yang menjalani program pemeriksaan.

RAKYATKU.COM - Para ilmuwan di Texas A&M University Global Health Research Complex (GHRC), Amerika Serikat, mengidentifikasi varian terbaru COVID-19. Namanya BV-1.

Baru ditemukan satu kasus dengan gejala ringan, tetapi dinilai mengkhawatirkan.

Menurut para ilmuwan, temuan ini perlu dilaporkan ke dunia meski belum bisa dipastikan seberapa signifikan pengaruhnya. Varian ini memiliki mutasi yang sama dengan beberapa variants of concern (VoC).

Baca Juga : Jokowi Wanti-wanti Gelombang Ke-2 Covid-19, Danny Punya Langkah Antisipasi

"Varian ini mengombinasikan penanda genetik secara terpisah berkaitan dengan penularan yang cepat, penyakit parah, dan resistensi tinggi untuk menetralkan antibodi," kata virolog dari GHRC, Ben Neuman, dikutip dari tamu.edu, Jumat (23/4/2021).

Varian baru ini terdeteksi pertama kali pada sampel saliva atau air liur mahasiswa Texas A&M yang menjalani program pemeriksaan.

 

Sampel itu terdeteksi positif pada 5 Maret, lalu dites ulang dan terkonfirmasi di rumah sakit.

Baca Juga : Kabar Baik, Terungkap Sudah Kelemahan Virus Corona, Pandemi Covid-19 Segera Berakhir?

Pemeriksaan berikutnya pada 25 Maret menunjukkan mahasiswa itu masih positif, mengindikasikan bahwa varian ini mungkin menyebabkan infeksi lebih lama dibanding COVID-19 biasa pada usia 18--24 tahun. Hasil negatif baru didapat pada pemeriksaan ketiga pada 9 April.

#Covid-19 #Covid-19 Amerika Serikat