Sabtu, 17 April 2021 20:02

Panen Padi di Lokasi Food Estate, Gubernur NTT BuktikanTerwujudnya Peradaban Baru

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Panen Padi di Lokasi Food Estate, Gubernur NTT BuktikanTerwujudnya Peradaban Baru

Gubernur Laiskodat juga memuji bupati yang menangkap program food estate untuk kesejahteraan masyarakatnya.

RAKYATKU.COM - Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat didampingi Bupati Sumba Tengah Paulus Limu, Wakil Bupati Sumba Tengah dan penjabat bupati Sumba Barat melakukan panen padi di lokasi Food Estate di Desa Wailawa, Kecamatan Katikutana Selatan, Kabupaten Sumba Tengah.

Program yang dicanangkan Kementerian Pertanian tahun 2020 ini telah menunjukkan hasil memuaskan. Gubernur Laiskodat dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa keberhasilan program Food Estate membuktikan bahwa akan terwujud peradaban baru pertanian di Provinsi NTT.

“Setelah mengalami berbagai macam kendala dalam penetapan Sumba Tengah sebagai lokasi Food Estate, kita saksikan pada panen hari ini menunjukkan adanya wujud nyata perubahan peradaban pertanian yang terintegrasi di NTT, yang dimulai dari Sumba Tengah di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, Paulus Limu dan Daniel Landa," ujar Laiskodat.

Baca Juga : Mentan SYL: Karantina Pertanian Mengawal Keamanan Pangan Masyarakat

Pasalnya kedua pemimpin ini dianggap mampu membawa rakyatnya mencapai masa depan yang sejahtera. "Karena mereka berdua pintar, peduli, dan berani mengambil risiko demi kesejahteraan rakyatnya,” sebut Gubernur Laiskodat.

Panen padi tersebut dilakukan secara simbolis pada lahan seluas 3.000 hektare dengan menggunakan combine (mesin panen moderen) di Desa Wailawa, Kecamatan Katikutana Selatan, Kabupaten Sumba Tengah, Kamis (15/4/2021) dan penanaman jagung Hibrida Pioner 35 secara simbolis di atas lahan seluas 260 hektare di Desa Dasaelu.

Laiskodat menargetkan, tahun 2022, adanya peningkatan pengelolaan luasan lahan tanam untuk Program Tanam Jagung Panan Sapi (TJPS) dan Food Estate di wilayah Sumba.

 

“Tahun depan di Pulau Sumba kita kembangkan lagi luasan lahan tanaman pertanian yang terintegrasi untuk padi, jagung dan komoditi lainya. Di Sumba Tengah, kalau tahun ini 5000 hektare, tahun depan menjadi 10.000 hektare, di Sumba Timur seluas 10.000 hektare, di Sumba Barat seluas 3.000 hektare, dan Sumba Barat Daya seluas 5.000 hektare. Di wilayah Sumba, palaksanaannya kita didukung oleh TNI dan Polri,” terangnya.

Baca Juga : Mentan SYL: Serap Kedelai Petani, Utamakan Beli Lokal

Laiskodat mengajak masyarakat NTT untuk selalu bersyukur karena memiliki Presiden RI, Joko Widodo.

“Momentum hari ini merupakan sebuah keajaiban, karena kita diberikan oleh Tuhan seorang Presiden, Joko Widodo yang luar biasa. Kita patut mendoakan beliau agar senantiasa sehat dan bijaksana dalam memimpin negara ini, pada periode berikutnya,” tegas Laiskodat.

Baca Juga : Bantu Masyarakat, Meat Shop Pasar Mitra Tani Penuhi Kebutuhan Daging Sapi

Di tempat sama Bupati Sumba Tengah, Paulus Limu mengatakan, komitmen, perhatian dan empati Gubernur Laiskodat menentukan keberhasilan setiap program yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah.

“Bapak Gubernur kalau datang ke Sumba Tengah harus tersenyum, karena saat ini tentunya bapak sedang bersedih terkait kondisi bencana yang melanda sebagian besar wilayah NTT. Tetapi saat ini kami coba menghibur bapak dengan melakukan penanaman jagung secara simbolis di atas lahan 260 hektare dan panen padi secara simbolis 3.000 hektare,” kata Paulus.

Pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky F Koli menjelaskan, dampak positif terhadap pola tanam serentak dan pencapaian target indeks pertanaman.

Baca Juga : Tingkatkan Produksi, Kementan Terus Dorong Penggunaan Pupuk Berimbang

Dengan adanya pendekatan Food Estate, sistem ijon tidak berlaku. Ketersediaan pangan lebih cepat, waktunya dua bulan lebih cepat karena adanya modernisasi alsintan dari hulu hingga hilir.

"Kami sampaikan juga kepada bapak gubernur, kita sedang mengejar indeks pertanaman 300, satu tahun tiga kali tanam, padi-jagung-kacang atau padi jagung-jagung,” jelas Lecky Koli.

Terpisah Direktur Jenderal Tanaman Suwandi mengapresiasi keberhasilan panen di Sumba Tengah.

Baca Juga : Harganya Rp85 Ribu Per Kilogram, Industri dan Pasar Pastikan Kebutuhan Daging Jelang Lebaran 2021 Cukup

"Ini menjadikan sumber pangan di kawasan Sumba Tengah dan bahkan bisa menggerakkan roda perekonomian masyarakat Sumba," ucap Suwandi.

Menurut Suwandi, jika rata-rata panen menghasilkan 4 ton saja per hektare, maka ada 12 ribu ton gabah yang tersedia di satu wilayah ini saja.

"Dengan adanya Food Estate ini Kabupaten Sumba Tengah akan memiliki surplus beras bahkan bisa memasok ke daerah lain dan secara otomatis akan meningkatkan pendapatan para petani," ujarnya.

Baca Juga : Harganya Rp85 Ribu Per Kilogram, Industri dan Pasar Pastikan Kebutuhan Daging Jelang Lebaran 2021 Cukup

Upaya yang dilakukan Kementan ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk terus mendukung dan meningkatkan kesejahteraan petani dengan program-program yang diluncurkan Kementerian Pertanian.

#NTT #kementan #food estate