Sabtu, 10 April 2021 09:02

Tidak Lagi di Hotel, Posko COVID-19 Sulsel Berpindah ke RS Dadi

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Juru Bicara Satgas COVID-19 Sulsel, Husni Thamrin.
Juru Bicara Satgas COVID-19 Sulsel, Husni Thamrin.

"Tidak mungkin juga kita di hotel terus," kata Juru Bicara Satgas COVID-19 Sulsel, Husni Thamrin.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Posko COVID-19 Sulsel di Hotel Grand Imawan dipindahkan ke RS Dadi. Perlengkapan-perlengkapan tim Satgas telah dipindahkan, Jumat (9/4/2021).

"Di Sulsel tren COVID-19 sudah turun, tak ada lagi merah. Sementara yang oranye tinggal enam dan yang lain sudah kuning. Untuk yang hijau belum ada, tapi harapan kita ada hijau secepat supaya kembali normal," kata Juru Bicara Satgas COVID-19 Sulsel, Husni Thamrin.

Dengan tren pasien yang perlahan menurun ini, posko yang berada di Hotel Grand Imawan sejak April dipindahkan.

Baca Juga : 170 ODGJ Sembuh dari COVID-19, Direktur RS Dadi: Mereka Tidak Pusing, Tidak Stres

"Tidak mungkin juga kita di hotel terus. Makanya posko kita pindahkan ke RS Dadi, tapi fungsinya tetap sama. Kita tetap siaga. Tetap melayani orang sakit sampai orang yang meninggal," sambungnya.

Selain itu, duta COVID-19 yang ada di posko dengan tersisa sembilan orang juga terakhir hari ini.

 

"Mereka tidak dipindahkan, kecuali ternyata besok (hari ini) ada yang bergejala akan dibawa ke RS Dadi. Tetapi, kalau tidak bergejala dan sudah negatif, ya, dipulangkan," sebutnya.

Baca Juga : Satgas Covid-19 Luwu Utara Genjot Vaksinasi

Mengingat pandemi masih berlangsung, pemerintah telah merekomendasikan empat RS sebagai tempat perawatan, yakni RS Wahidin, RS Unhas, RS Sayang Rakyat, dan RS Dadi.

Sponsored by MGID

"Sebenarnya RS ada, tapi kita inginkan terpusat perawatan, supaya jangan banyak RS yang tertular karena ini penyakit menular. Supaya rumah sakit lain itu bisa fokus pada pelayanan lainnya sehingga tidak lahir ketakutan masyarakat kita ke rumah sakit," jelasnya.

Meski posko dipindahkan ke RS Dadi, Husni mengatakan Satgas tetap melayani swab gratis tiap hari bagi masyarakat. Termasuk, kabupaten/kota pun masih melakukan hal serupa.

Baca Juga : Ada Rencana Libur Panjang Dihapus setelah Kasus Covid-19 Kembali Meningkat di Indonesia

"Swab gratis masih dilayani, tapi sudah menurun, paling satu dua orang setiap hari. Di semua kabupaten dan puskesmas juga masih melayani swab, cuma masyarakat yang swab. Kalau tidak ada kontak erat dengan pasien COVID tidak mau swab, kecuali ada gejala atau ada perjalanan," bebernya.

Sponsored by advertnative
 
Penulis : Syukur
#RS Dadi #Satgas Covid-19