Kamis, 25 Maret 2021 09:02

Belgia Hadapi Gelombang Ketiga Covid-19, Pemerintah Berlakukan Jam Malam

Fathul Khair Akmal
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Belgia Hadapi Gelombang Ketiga Covid-19, Pemerintah Berlakukan Jam Malam

Perdana Menteri Belgia, Alexander De Croo, mengatakan varian virus corona asal Inggris kini menyebabkan jumlah pasien COVID-19 dirawat di rumah sakit melonjak.

RAKYATKU.COM - Belgia menghadapi gelombang ketiga pandemi COVID-19. Kini tercatat jumlah kasus positif mencapai 842.775 orang di mana 22.763 orang meninggal dunia.

Akibat gelombang ketiga, Belgia memutuskan memberlakukan penguncian baru. Sekolah, toko-toko yang tidak menjual makanan hingga salon akan ditutup selama empat minggu ke depan.

Perdana Menteri Belgia, Alexander De Croo, mengatakan varian virus corona asal Inggris kini menyebabkan jumlah pasien COVID-19 dirawat di rumah sakit melonjak.

Baca Juga : Menolak Disuntik Vaksin Covid-19, Warga Filipina Bakal Dipenjara

“Kami menghadapi gelombang ketiga. Kami akan mematahkannya, seperti yang kami lakukan sebelumnya, ”kata De Croo dikutip dari Reuters via kumparan, Kamis (25/3).

“Kami telah memutuskan sakit jangka pendek. Ini keputusan yang berat untuk diambil, tetapi jika kita tidak melakukannya, konsekuensinya akan lebih serius," tambah dia.

 

Rencananya, sekolah ditutup mulai Senin (29/1) atau seminggu sebelum liburan Paskah. Sekolah akan kembali buka pada 19 April.

Baca Juga : Dalam Sehari Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 13.668 Orang, 335 Meninggal Dunia

Lalu, pemerintah membatasi hanya empat orang yang bisa berkumpul di luar. Meski begitu, masyarakat masih diizinkan untuk bepergian ke seluruh negeri.

Kemudian, akan ada jam malam di beberapa kota yang akan berlaku mulai pukul 22.00 malam.

 

#Covid-19