RAKYATKU.COM - Arsitek dari sumur zamzam, Yahya Hamza Koshak, meninggal pada usia 80 tahun, Selasa (2/3/2021). Arab Saudi yang berduka atas kematiannya, menyebutnya sebagai sosok berjasa dan bahkan "bapak" dari para insinyur di sana.
Koshak sebenarnya bukan arsitek sumur zamzam sesungguhnya. Dikutip dari Arab News, dia adalah figur di balik revitalisasi sumur itu. Berkat dirinya, kondisi zamzam terjaga dengan baik hingga sekarang.
"Membersihkan zamzam adalah salah satu proyek terpenting yang ia tangani. Itu tugas besar yang diberikan kepadanya oleh mendiang Raja Khalid," ujar keponakannya, Nabeel Koshak, Rabu (3/3/2021).
Baca Juga : Kemenag Minta Jemaah Umrah Tinggalkan Arab Saudi Sebelum 29 Zulkaidah
Koshak, yang sejatinya adalah insinyur, mulai terlibat dalam revitalisasi zamzam pada empat dekade lalu. Saat itu tujuan utamanya adalah memastikan kebersihan sumur zamzam untuk kepentingan publik yang berkunjung situs tersebut.
Sabar bahwa sumur zamzam adalah situs bersejarah di Arab Saudi, Koshak tidak ingin merevitalisasinya secara sembarangan.
Dia mempelajari dahulu sejarahnya, kawasannya, hingga sumber airnya. Dengan begitu, saat proyek pembersihan dan revitalisasi berjalan, tidak ada hal yang merusaknya.
Baca Juga : Masih Ada 26 Jemaah Haji Indonesia 1444 H Dirawat di RS Arab Saudi
Selain itu, Koshak juga menjadikan revitalisasi itu sebagai proyek eksplorasi. Dia mencatat segala objek arkeologis yang ditemukan sepanjan proyek berjalan.
"Dari observasi saya, sangat jelas bahwa ada dua sumber air untuk sumur Zamzam. Satu sumber dekat dengan Kaabah dan satunya lagi dekat dengan Ajyad."
"Kabarnya ada sumber air ketiga. Narasi historis menyebutnya berada di sisi Jabal Abu Qubays dan Al-Safa. Namun, ketika eksplorasi dilakukan, saya hanya menemukan 12 lubang kecil di antara susunan bebatuan," ujar Koshak dalam bukunya.
Baca Juga : Satu Jemaah Haji Pulang ke Tanah Air Usai Jalani Perawatan di Arab Saudi
Selain diberikan tanggung jawab untuk memimpin proyek revitalisasi sumur zamzam, Koshak juga memegang beberapa posisi penting di Arab Saudi.
Dia pernah menjadi Dirjen Perusahaan Air Nasional, anggota Publikasi Organisasi Okaz, dan Wakil Sekretaris Teknis untuk Pemerintahan Daerah Makkah.
Sumber: Arab News