Senin, 01 Maret 2021 17:42

"Saya Mau 17 Agustus Minum Susu dari Sini," Kementan Dorong Percepatan Industrialisasi Sapi dari Gowa

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
"Saya Mau 17 Agustus Minum Susu dari Sini," Kementan Dorong Percepatan Industrialisasi Sapi dari Gowa

Mentan Syahrul berharap realisasi dari nota kesepahaman hari ini dalam beberapa bulan ke depan dapat dinikmati hasilnya.

RAKYATKU.COM -- Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pengembangan komoditas peternakan melalui program super prioritas pertanian subsektor peternakan untuk pemenuhan protein hewani bagi masyarakat dengan membangun sinergitas para stakeholder.

Sebagai bentuk dukungan, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menginisiasi penandatanganan nota kesepahaman kemitraan antara Pemerintah Kabupaten Gowa, swasta, dan perguruan tinggi di Pattalassang Gowa, Senin (1/3/2021).

Mentan menyambut baik kerja sama ini sebagai upaya pengembangan agribisnis peternakan mulai dari hulu sampai dengan hilir.

Baca Juga : Mentan SYL Kucurkan Bantuan dan Tinjau Lahan Pertanian Terdampak Bencana Alam di NTT

"Melalui momentum ini, kita dapat meningkatkan kerja sama untuk investasi, inovasi, produksi, daya saing peternakan dari hulu hingga hilir, kalau bisa sampai dengan kulit sepatunya," terang Syahrul.

Dengan kerja sama yang dilakukan tersebut, Mentan Syahrul mengharapkan perkembangan agribisnis peternakan dan sistem manajemen peternakan terbangun untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan berlanjut pada cita-cita bersaing di pasar internasional.

 

"Saya harap dari apa yang ditandatangani hari ini nantinya muncul kesadaran untuk memodernisasi teknologi dan bagaimana mengolah hasil peternakan yang baik, sehingga berkontribusi pada peningkatan produksi dan nilai tambah. Jangan kalah dengan negara lainnya," ujar Mentan Syahrul.

Baca Juga : Mentan SYL: Riset dan Inovasi Berkelanjutan, Fondasi Pembangunan Pertanian

Untuk hal tersebut Mentan menyarankan agar penerapan program super prioritas pertanian subsektor pertanian yang dilaksanakan dari Kabupaten Gowa berdasarkan tiga agenda utama.

"Tiga agenda yang harus dilakukan, agenda budi daya, agenda industri pengolahan dan agenda pemasaran, kita selesai kan siapa bertanggung jawab apa," tambahnya.

Lebih lanjut Mentan Syahrul berharap realisasi dari nota kesepahaman yang telah dilakukan hari ini dalam beberapa bulan ke depan dapat dinikmati hasilnya.

Baca Juga : Wagub Sumbar: Sektor Pertanian Tulang Punggung Ekonomi Nasional

"Saya mau yang pasti-pasti, saya mau setahun ini tidak lagi teori. Harusnya menjaga dengan apa yang kita lakukan, dalam lima bulan ke depan kita sudah minum susu dari sini. Saya mau 17 Agustus minum susunya dari sini," pintanya.

Rektor Unhas, Dwia Aries Tina Pulubuhu menyampaikan, pihaknya sebagai pihak akademisi secara totalitas akan mendukung pengembangan super prioritas program subsektor peternakan yang dilaksanakan di Sulawesi Selatan khususnya Kabupaten Gowa.

Baca Juga : Dorong Peningkatan Daya Saing Varietas Unggul, Kementan Resmikan Kebun Uji BUSS

"Kita dari universitas siap membackup. Apalagi untuk tumbuh berkembangnya Sulawesi Selatan berbasis pertanian. Kami siap menjadi bagian tulang punggung, dan kami akan support total khususnya sapi perah ini sebagai pemenuhan nutrisi masyarakat, sekaligus untuk meningkatkan pengetahuan dan perekonomian masyarakat," ungkap rektor yang juga guru besar Sosiologi Unhas.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan, nota kesepahaman yang dilakukan hari ini merupakan bentuk sinergitas dari semua lini untuk menyejahterakan masyarakat.

"Nota kesepahaman yang ditandatangani hari ini akan memberikan dampak ekonomi yang baik bagi masyarakat Kabupaten Gowa. Sehingga Kabupaten Gowa ke depan bisa lebih baik dan masyarakatnya makin sejahtera," katanya.

Baca Juga : Kementan Genjot Potensi Lahan Sawah Tadah Hujan di Blora

Adnan menyebutkan konsep pilar pentahelix akan mendukung pelaksanaan program super prioritas pertanian subsektor peternakan yang dilaksanakan di daerahnya.

"Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, yang pertama semua elemen harus bisa bergandengan bersama, yang kedua adanya swasta, kemudian yang ketiga akademisi, lalu yang keempat adalah komunitas yang merupakan akselerator dan yang kelima adalah media," tutupnya.

#kementan #Gowa