Selasa, 16 Februari 2021 17:32

Komandan Senior Yaman Tewas saat Bentrok dengan Houthi, Presiden Sampaikan Duka

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi. (Foto: AFP).
Ilustrasi. (Foto: AFP).

"Kolonel al-Kutaibi gugur dalam bentrokan dengan Houthi yang didukung Iran saat melakukan tugasnya secara heroik," kata Presiden Yaman, Abdrabbuh Mansour Hadi.

RAKYATKU.COM - Seorang komandan militer senior Yaman tewas dalam bentrokan dengan pemberontak Houthi di utara Yaman, Senin (15/2/2021). Militer Yaman sudah mengonfirmasi perihal ini.

Komandan Batalyon 4, Kolonel Bender al-Kutaibi, tewas dalam bentrokan di provinsi Ma’rib, demikian situs militer September.Net.

Presiden Yaman, Abdrabbuh Mansour Hadi, menyampaikan duka atas pembunuhan kolonel itu.

Baca Juga : Perang Ganggu Pembebasan WNI Asal Makassar yang Jadi Sandera di Yaman

"Kolonel al-Kutaibi gugur dalam bentrokan dengan Houthi yang didukung Iran saat melakukan tugasnya secara heroik," kata Hadi.

Dalam beberapa hari terakhir, Houthi meningkatkan serangan mereka di wilayah itu untuk mengambil kendali Provinsi Ma’rib.

Ma’rib adalah salah satu benteng terpenting dari pemerintah yang sah dan merupakan rumah bagi markas besar Kementerian Pertahanan Yaman.

Baca Juga : Dapat Perlakuan Baik, Kemenlu RI Tengah Berupaya Pulangkan ABK WNI yang Disandera di Yaman

Pada 13 Februari, tentara Yaman melancarkan operasi skala besar melawan Houthi di berbagai daerah di Ma’rib, yang menewaskan banyak pemberontak.

Sponsored by MGID

Yaman dilanda kekerasan dan ketidakstabilan sejak 2014, saat pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara, termasuk ibu kota Sanaa.

Sebuah koalisi yang dipimpin Saudi yang bertujuan memulihkan pemerintah Yaman telah memperburuk situasi, menyebabkan salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia dengan 233.000 orang tewas.

Baca Juga : Warga Sulsel Diduga Ikut Disandera Milisi Houthi, Plt Gubernur Beri Instruksi

Hampir 80 persen atau sekitar 30 juta orang membutuhkan bantuan dan perlindungan kemanusiaan. Selain itu, lebih dari 13 juta di antaranya terancam mati kelaparan, menurut laporan PBB.

#Yaman