Kamis, 11 Februari 2021 17:01

Disambut Angngaru, Bupati Jeneponto Resmikan Taman Baca Macanga ri Bontoramba

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Disambut Angngaru, Bupati Jeneponto Resmikan Taman Baca Macanga ri Bontoramba

Empat bupati Jeneponto ternyata berasal dari Bontoramba. Taman baca Macanga ri Bontoramba meneguhkan wilayah itu sebagai wilayah yang melahirkan orang-orang cerdas.

RAKYATKU.COM,JENEPONTO -- Pemerintah Kabupaten Jeneponto meresmikan taman baca "Macanga ri Bontoramba" atau Macan di Bontoramba. Sebelum peresmian, bupati dua periode itu disambut dengan tarian angngaru.

Bupati Jeneponto, H Iksan Iskandar menyebutkan banyak sejarah di Kecamatan Bontoramba ini. Dan sudah mencetak tiga orang kader terbaik menjadi bupati. Kampung ini merupakan tempat dilantiknya para raja Binamu kala itu.

"Sudah ada empat bupati putra Bontoramba, Ishak Iskandar, Palangkey, Radjamilo, dan Iksan Iskandar, ini luar biasa memang dan juga tempatnya orang dilantik jadi raja Binamu harus basisnya dari kampung ini," terang Iksan Iskandar.

Baca Juga : 

Dia mengatakan, semua masyarakat yang ada di kampung ini patut berbangga karena yang menentukan raja di Binamu kala itu, dulu ada namanya "toddo appaka" untuk menentukan siapa yang menjadi raja atau bupati.

"Saya yakin ke depan akan mencetak lagi bupati, kapolres, dan dandim. Siapa pun generasi kita ke depan ada yang menjadi ulama yang terkenal. Mudah-mudahan semua turunannya semua keluarganya dan semua koleganya Karaeng Binamu ini mendapatkan berkah," sebutnya.

 

Selain itu, dia mengapresiasi atas terobosan yang dilakukan oleh kepala Kecamatan Binamu dengan membangun taman baca yang diberi nama Macanga ri Bontoramba.

"Terima kasih pak camat, saya apresiasi ini dan luar biasa. Namun saya di pikiranku masih merasa risih karena di tengah-tengah kita, sekitar taman ini ada bangunan masjid yang tidak selesai. Saya sih berharap bisa dipakai di bulan puasa," ucapnya.

Camat Bontoramba, Nurlewa Sa'ad dalam sambutan singkatnya mengatakan, peresmian taman bacaan masyarakat memorial "Macam ri Bontoramba" Kecamatan Bontoramba bukan hanya sekadar ruang spasial dalam peta geografi.

Lebih jauh dari itu, Bontoramba adalah wilayah dan peradaban bersejarah pusat Kerajaan Binamu pada masa lalu serta kejayaan masyarakat yang menggambarkan keadaan nilai budaya nilai perjuangan cara berpikir cara hidup dan bergaul.

Dia bilang, Bontoramba tidak sekadar sebuah jejak tetapi juga monumen budaya dari sebuah momentum sejarah Bontoramba-Binamu. Layaknya kitab sejarah yang mengisahkan bahwa Bontoramba adalah tanah nan elok yang melahirkan generasi penggerak peradaban.

"Di tanah ini lahir dan besar serta pertemuannya pada tubarani kesatria dan cendekia yang membentuk karakter kuat dan tangguh masyarakat Butta Turatea sampai saat ini," ujarnya.

Macan Bontoramba adalah entitas keberanian kecerdasan ketegasan dan kebijaksanaan masyarakat rakyat Bontoramba-Binamu. Gelar ini disematkan kepada Raja Binamu ke XIII (1911-1921) bernama Palangkey Daeng Lagu.

"Kami sadar hari-hari ke depan adalah masa yang sulit di tengah pandemi Covid-19 yang masih terjadi yang melahirkan adaptasi dan kebiasaan baru dalam hidup bermasyarakat tapi situasi itu tidak membuat kami berhenti membangun visi. Dan situasi pandemi akan segera membaik," tutup Nurlewa.

Di akhir acara dilakukan penyerahan kartu Identitas Anak TK PAUD. Hadir anggota DPRD Jeneponto di antaranya dari legislator Golkar Nur Amin Tantu, PKB, Demokrat, dan PDIP unsur OPD dan para kepala desa se-Kecamatan Bontoramba.

 

Penulis : Samsul Lallo
#Macanga ri Bontoramba #jeneponto