RAKYATKU.COM,JENEPONTO -- Bukan gagal jantung. Dokter Puskesmas Bulusibatang, dr Ika Novi Astuti memberi penjelasan terkait meninggalnya pengecer pupuk, Haji Kasim.
"Pasien datang dengan kesadaran menurun dan henti jantung. Curiga post serangan jantung. Setelah diperiksa, ternyata pasiennya henti napas dan henti jantung," terang Ika Novi kepada Rakyatku.com, Jumat (5/2/2021).
Dia langsung memberikan pertolongan dengan Resusitasi Jantung Paru (RJP). Selanjutnya, pasien hendak dirujuk ke RS Lanto Daeng Pasewang. Namun, baru saja meninggalkan puskesmas, pasien sudah mengembuskan napas terakhir.
Baca Juga : Pasokan BBM Sulsel Terjaga, Pertamina Genjot Distribusi di Jeneponto, Bulukumba, dan Sinjai
"Almarhum meninggal tidak jauh dari puskesmas, perjalanan ke rumah sakit. Putar balik langsung ke rumah duka," jelasnya.
Terkait penyebab almarhum pingsan, Ika mengaku tidak bisa memastikannya. Sebab, dia tidak berada di lokasi kejadian.
"Tapi kalau dari pemeriksaan fisik, ya saya curiganya karena serangan jantung," sebutnya.
Baca Juga : BBM Diserbu Jelang Lebaran, Pertamina Kejar Pemulihan Stok di Jeneponto
Almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit jantung. Itu dibuktikan dengan rutinnya Haji Kasim memeriksakan kesehatan di poli jantung Rumah Sakit Lanto Daeng Pasewang.
Sebelumnya, Kepala Desa Bulusibatang, Paizal menyebutkan dokter yang memeriksa pasien menyebut gagal jantung. Dokter Ika Novi Astuti meluruskannya.
Dia mengatakan, orang awam sering menganggap gagal jantung sama dengan serangan jantung. Padahal, itu berbeda. Kasus Haji Kasim adalah diduga serangan jantung.
