Kamis, 04 Februari 2021 13:43

Dirut AirNav Indonesia Jabarkan Momen Menegangkan sebelum Sriwijaya Air Jatuh, ATC Sempat Panggil 11 Kali

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Dalam komunikasi itu, petugas ATC sempat beberapa kali memberikan instruksi agar pesawat menambah ketinggian. Instruksi itu dijawab pilot dan direspons dengan baik.

RAKYATKU.COM - Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor registrasi PK-CLC tidak menunjukkan masalah pada awal komunikasi dengan air traffic controller (ATC). Akan tetapi, dalam hitungan menit pesawat itu hilang kontak dan jatuh.

Komunikasi terakhir pilot Sriwijaya Air SJ182 dengan petugas ATC itu diungkap Direktur Utama AirNav Indonesia Pramintohadi Sukarno saat rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR, Rabu (3/2/2021). Menit demi menit dipaparkan.

Dalam komunikasi itu, petugas ATC sempat beberapa kali memberikan instruksi agar pesawat menambah ketinggian. Instruksi itu dijawab pilot dan direspons dengan baik.

Baca Juga : KNKT Sudah Kantongi Isi Rekaman 2 Jam Percakapan Pilot Sriwijaya Air Sebelum Menghantam Laut

Berikut penjabarannya

14.36 WIB

 

Sriwijaya Air SJ182 take off dari Runway 25 dan sempat mengontak ATC pada ketinggian 1.700 kaki. Pilot menghubungi Jakarta Approach di frekuensi 179 MHz dan diinstruksikan controller untuk naik ke ketinggian 29 ribu kaki mengikuti prosedur SID atau standar alur keberangkatan

Baca Juga : CVR Black Box Ditemukan, Segera Terungkap Percakapan Pilot Sriwijaya Air Sebelum Menghantam Laut

14.38 WIB

Melewati ketinggian 7.900 kaki, SJ182 meminta arah 0.75 derajat kepada ATC karena alasan cuaca, dan diizinkan oleh ATC dan diinstruksikan naik ke ketinggian 11 ribu kaki.

"Ini memang dijawab oleh pilot 'clear', kita minta naik ke ketinggian 11 ribu kaki karena pada ketinggian yang sama ada pesawat dalam posisi yang sama yang akan terbang juga ke Pontianak, yaitu AirAsia," jelas Pramintohadi.

Baca Juga : Terungkap, 4 Menit Menegangkan Sriwijaya Air Sebelum Hancur Menghantam Permukaan Laut

14.39 WIB

Pada posisi 10.600 kaki, diinstruksikan oleh ATC naik ke ketinggian 13 ribu kaki dan direspons baik oleh Sriwijaya 182.

"Selama proses dari jam 14.36 sampai 14.39, tidak ada laporan pesawat dalam kondisi tidak normal. Jadi ini semua berlangsung dengan normal," kata Pramintohadi.

Baca Juga : Penuh Luka dan Jahitan, Laura Lazarus Penyintas Dua Kecelakaan Pesawat Sempat Merasa seperti Frankenstein

Sriwijaya 182 lalu terpantau di layar radar ATC berbelok ke kiri ke barat laut, yang seharusnya ke arah kanan di posisi 0,75 derajat.

14.40 WIB

Controller melakukan konfirmasi arah SJ182, tapi tidak ada respons dan diikuti target hilang dari layar radar.

Baca Juga : Terungkap, Autothrottle Sriwijaya Air SJ 182 Rusak sebelum Terbang

"ATC berusaha memanggil berulang kali sampai 11 kali, kemudian dibantu juga oleh beberapa penerbangan lain, antara lain Garuda untuk mencoba melakukan komunikasi dengan SJ182, namun tidak ada respons, demikian," ungkap Pramintohadi.

Seperti diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ182 lepas landas pada 9 Januari 2020 dari Bandara Soekarno-Hatta. Namun, setelah 4 menit lepas landas, pesawat tersebut hilang kontak. Beberapa saat kemudian, dikonfirmasi bahwa pesawat Sriwijaya Air SJ182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta.

Sumber: Detik

#Sriwijaya Air #Pesawat Jatuh