Rabu, 03 Februari 2021 18:02

Bupati Bone Pertama Divaksin, Komandan Brimob Istirahat 30 Menit karena Tensi Darahnya Naik

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Bupati Bone, AM Fahsar Padjalangi saat menjalani vaksinasi Covid-19, Rabu (3/2/2021).
Bupati Bone, AM Fahsar Padjalangi saat menjalani vaksinasi Covid-19, Rabu (3/2/2021).

Dari 21 peserta yang akan mengikuti vaksinasi Covid-19 perdana di Kabupaten Bone ini, hanya 12 peserta yang dapat menerima vaksin.

RAKYATKU.COM - Vaksinasi Covid-19 sudah dimulai di Bone, Rabu (3/1/2021). Digelar di aula Latea Riduni, kompleks rumah jabatan bupati, Jalan Petta Ponggawae.

Bupati Bone, Dr H Andi Fahsar Mahdin Padjalangi paling pertama divaksin. Diikuti forkopimda dan beberapa pejabat publik di Kabupaten Bone.

Vaksinasi tidak serta merta dilakukan. Sebelum disuntik vaksin Sinovac, peserta harus melewati beberapa prosedur. Dimulai dengan mendaftar dengan memberikan identitas diri lengkap dan dicek secara online.

Baca Juga : Debat Soal Vaksin COVID-19, Petarung MMA Tikam Dokter dengan Tulang Binatang

Peserta yang telah melakukan pendaftaran akan melakukan screening atau pengecekan kesehatan secara umum seperti pengecekan tensi darah dan riwayat penyakit yang pernah diderita.

Ketiga, setelah melewati screening kesehatan dan dinyatakan memenuhi syarat, selanjutnya peserta akan menerima satu dosis suntikan vaksin Covid-19 buatan Sinovac.

 

Terakhir peserta yang telah menerima vaksinasi Covid-19 akan diberikan kartu keterangan bahwa yang bersangkutan telah divaksin Covid-19.

Baca Juga : Bupati Jenneponto Harap Vaksinasi Bisa Capai 60 Persen di November

Dari 21 peserta yang akan mengikuti vaksinasi Covid-19 perdana di Kabupaten Bone ini, hanya 12 peserta yang dapat menerima vaksin. Sebagian besar yang gagal menerima vaksin dikarenakan tensi atau tekanan darahnya terlampau tinggi.

Sponsored by MGID

Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel, Kompol Nur Ichsan nyaris gagal menerima vaksin. Tekanan darahnya tinggi. Beruntung setelah beristirahat selama 30 menit, akhirnya tekanan darahnya kembali normal dan dinyatakan memenuhi syarat menerima vaksin.

Meski sempat terkejut karena dirinya hampir gagal, Danyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel mengatakan bahwa dirinya telah siap menerima suntikan vaksin Covid-19 sebagai langkah mendukung upaya pemerintah untuk mengendalikan pandemi Covid-19 yang hampir setahun melanda Indonesia.

Baca Juga : Menkes Budi: Pemerintah Cari Alternatif Vaksin COVID-19 untuk Anak-Anak

"Saya sempat kaget juga waktu ditensi sama petugas kesehatan. Dia bilang tensi saya tinggi dan harus beristirahat beberapa menit. Setelah beberapa menit beristirahat dan melakukan pemeriksaan ulang akhirnya saya memenuhi syarat untuk diberikan satu dosis suntikan vaksin Covid-19," kata Nur Ichsan.

Nur Ichsan menuturkan, pihaknya sejak awal telah mempersiapkan diri untuk menjalani vaksinasi. Selain untuk mencegah penyebaran virus corona, hal ini pula sebagai bakti.

"Saya juga telah sangat siap menerima vaksinasi Covid-19 ini karena hal tersebut adalah sebuah bentuk dukungan saya terhadap pemerintah dalam mengendalikan penyebaran virus corona sebagai wujud implementasi dari bakti Brimob untuk Indonesia," tambah Nur Ichsan.

Baca Juga : Cegah Penyebaran Covid 19, Alumni Akabri Angkatan 1990 Gelar Vaksinasi Massal

Setelah menerima satu dosis suntikan vaksin Covid 19, Danyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel mengaku dirinya merasa sehat dan tidak merasakan efek samping sama sekali.

"Setelah menerima satu dosis suntikan vaksin Covid-19 dari petugas kesehatan, saya tetap merasa sehat dan tidak merasakan efek samping dari vaksin. Jadi saya harapkan kepada masyarakat untuk tidak ragu mengikuti vaksinasi karena sebelum menerima vaksin kita akan melewati beberapa tahapan pengecekan kesehatan untuk menentukan apakah kita bisa divaksin atau tidak," jelasnya.

Terpisah, Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Anis memastikan jika seluruh personel Satbrimob Polda Sulsel telah siap menerima vaksinasi Covid-19 untuk mendukung upaya pemerintah mengendalikan pandemi Covid-19.

Baca Juga : Pemberian Setengah Dosis Vaksin COVID-19 Moderna untuk Booster Disetujui

"Hal ini kami lakukan sebagai wujud dari bakti Brimob untuk Indonesia dan untuk meyakinkan masyarakat banyak jika vaksin Covid-19 itu aman dan halal digunakan," kata Kombes Pol Muhammad Anis.

 

Sponsored by advertnative
 
Penulis : Syukur
#Vaksin Covid-19 #bone