Selasa, 02 Februari 2021 16:12

Vaksinasi COVID-19, Pemkot Parepare Siagakan Dokter Ahli Penyakit Dalam

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Vaksinasi perdana oleh Pemkot Parepare berlangsung di rumah jabatan Wali Kota Parepare, Selasa (2/2/2021).
Vaksinasi perdana oleh Pemkot Parepare berlangsung di rumah jabatan Wali Kota Parepare, Selasa (2/2/2021).

Kepala Bidang Pelayanan, Promosi, dan SDK Dinas Kesehatan Parepare, Kasna, menyebutkan tahapan screening dilakukan untuk menentukan seseorang layak tidaknya diberi suntikan vaksin.

RAKYATKU.COM, PAREPARE - Sebelum penyuntikan vaksin COVID-19 dilakukan, Pemerintah Kota Parepare terlebih dahulu melakukan screening awal. Termasuk memeriksa kesehatan sasaran dengan menghadirkan dokter spesialis penyakit dalam dari RSU Andi Makkasau.

Kepala Bidang Pelayanan, Promosi, dan SDK Dinas Kesehatan Parepare, Kasna, menyebutkan tahapan screening dilakukan untuk menentukan seseorang layak tidaknya diberi suntikan vaksin.

Seperti pada kegiatan vaksinasi perdana yang dilakukan pada Selasa (2/2/2021). Dari 13 orang yang terdaftar sebagai penerima vaksin perdana ini, hanya sembilan orang yang dinyatakan lolos screening.

Baca Juga : Menpora Apresiasi Kerja Keras Wali Kota Parepare Bangun Stadion Gelora BJ Habibie

"Dari 13 orang tersebut yang diskreening, ternyata yang lolos untuk diberikan vaksin hanya 9 orang. Yang tidak lolos itu yaitu, tiga orang yang mengalami hipertensi atau tekanan darah naik sesaat dan satu orang sementara mengonsumsi obat dikarenakan penyakit pembesaran kelenjar dan itu merupakan kontra indikasi untuk pemberian vaksinasi ini," beber Kasna.

Vaksinasi ini, lanjut Kasna, telah bekerja sama dengan komite daerah penanggulangan kejadian pasca imunisasi, khususnya pada vaksinasi COVID-19.

 

“Kita menghadirkan dokter ahli spesialis penyakit dalam untuk melakukan screening kesehatan sebelum dilakukan penyuntikan vaksin," ulasnya.

Baca Juga : Taufan Pawe Bersama Menpora dan Ketua PSSI Nobar Langsung Indonesia Vs Thailand

Di tempat yang sama, Dokter Ahli Penyakit Dalam RSU Andi Makkasau Parepare, dr. Nurainah, menjelaskan sebelum dilakukan penyuntikan vaksin, dilakukan screening bagi penerima vaksin.

Sponsored by MGID

"Misalnya, kalau tensi tinggi, demam, maka penyuntikan akan ditunda untuk pemberian vaksin," ucapnya.

Sementara jika penerima vaksin telah disuntik, akan dilakukan observasi selama 30 menit untuk melihat apakah ada alergi.

Baca Juga : Jadi Percontohan Nasional, Pemkab Lampung Belajar Kota Sehat di Parepare

"Di atas 30 menit jika ada efek samping misal demam atau gatal segera dilaporkan ke tim vaksinasi guna mendapatkan penanganan," tutur Nurainah.

Penulis : Hasrul Nawir
#Pemkot Parepare #vaksinasi covid-19