Sabtu, 30 Januari 2021 22:02

Pecah Lagi, Bongkahan Es Terbesar di Dunia Seluas Pulau Bali

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Foto: COPERNICUS/SENTINEL-1
Foto: COPERNICUS/SENTINEL-1

Citra satelit menunjukkan setidaknya dua bongkahan es ini hanyut berdekatan sejauh sekitar 135 kilometer ke sisi tenggara Kepulauan Georgia Selatan yang dikuasai Inggris.

RAKYATKU.COM - Bongkahan es raksasa di perairan Antartika yang dikenal dengan nama A68a kini tengah sekarat.

Bagian terbesar terakhir dari bongkahan es yang terbentuk di Antartika itu kembali terbelah.

Citra satelit menunjukkan setidaknya dua bongkahan es ini hanyut berdekatan sejauh sekitar 135 kilometer ke sisi tenggara Kepulauan Georgia Selatan yang dikuasai Inggris.

Baca Juga : Untuk Pertama Kalinya, Virus Corona Menyebar di Antartika

Dua bongkahan ini diyakini akan segera saling bergerak menjauhi satu sama lain.

Selama lebih dari tiga tahun, A68a adalah bongkahan es terbesar di dunia. Ukuran terbesarnya pernah setara dengan luas Pulau Bali.

 

Namun, iklim yang makin hangat dan arus laut yang agresif secara perlahan memecah bongkahan es ini dan menggerakkannya ke arah utara, menjauhi Antartika menuju perairan Atlantik Selatan.

Baca Juga : Munculkan Konspirasi, Kapal Pesiar Misterius di Antartika Terpantau Google Earth

Bongkahan es diberi nama secara berurutan. Huruf awal menunjukkan kuadran benua putih tempat mereka terbentuk, sedangkan nomor merupakan catatan posisinya dalam urutan tersebut.

Nama tiap bagian utama yang terpisah dari bongkahan es asli kemudian mendapatkan akhiran berupa huruf.

Hingga 28 Januari lalu, proses pemberian nama ini telah mencapai A68f.

Baca Juga : Munculkan Konspirasi, Kapal Pesiar Misterius di Antartika Terpantau Google Earth

Setelah pecahan yang terjadi terakhir ini, bongkahan yang lebih besar akan tetap menggunakan nama A68a. Sementara itu, bongkahan yang lebih kecil akan dinamakan A68g.

Namun, penamaan ini harus disetujui Pusat Es Nasional Amerika Serikat, lembaga yang mengawasi sistem pemberian nama bongkahan es.

Jelang akhir tahun lalu, A68a terlihat seperti jarum penunjuk yang besar jika dilihat dari luar angkasa.

Baca Juga : Munculkan Konspirasi, Kapal Pesiar Misterius di Antartika Terpantau Google Earth

Ukurannya yang besar sempat dikhawatirkan akan mengganggu ekosistem Georgia Selatan, terutama jika mencapai kawasan lepas pantai yang dangkal.

Keberadaan bongkahan besar es itu dinilai dapat mengganggu aktivitas kawanan penguin dan anjing laut yang mencari makanan di pulau itu.

Seiring terpecahnya bongkahan es A68a, kekhawatiran itu sepertinya telah mereda.

Baca Juga : Munculkan Konspirasi, Kapal Pesiar Misterius di Antartika Terpantau Google Earth

Bagaimanapun, pertanyaan besarnya sekarang adalah apakah tim ekspedisi ilmiah dapat menemukan hal berharga saat mereka tiba di lokasi bongkahan es tersebut.

Tim peneliti dijadwalkan segera berlayar dengan Kapal Riset James Cook dari Kepulauan Falkland menuju menuju Georgia Selatan.

Tim berisi sejumlah ilmuwan ini sebenarnya juga akan menyelediki hal lain yang tidak terkait dengan bongkahan es A68a.

Baca Juga : Munculkan Konspirasi, Kapal Pesiar Misterius di Antartika Terpantau Google Earth

Mereka berharap dapat menempatkan beberapa kendaraan otomatis di sekitar A68a untuk mempelajari dampak bongkahan es ini terhadap lingkungan.

Saat ini, target penelitian tim ini jauh lebih kecil dibandingkan saat ekspedisi ini diumumkan pertengahan Desember tahun 2020.

Sumber: BBC Indonesia

#Bongkahan Es #Antartika