Senin, 29 Juni 2026 11:05

Angkat Kisah Pilu "To Balu" Asal Toraja, Siswi Asal Makassar Sabet Podium Dua di Ajang Kreativitas Asia

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Delegasi seni dari SMP Athirah Baruga turut hadir di ASIAN ETHNIC GOT TALENT 2026, yang diselenggarakan oleh Inter Model di Jakarta pada 26–27 Juni 2026.
Delegasi seni dari SMP Athirah Baruga turut hadir di ASIAN ETHNIC GOT TALENT 2026, yang diselenggarakan oleh Inter Model di Jakarta pada 26–27 Juni 2026.

Grup tari SMP Athirah Baruga raih Juara 2 ASIAN ETHNIC GOT TALENT 2026. Bawakan tarian To Balu Toraja yang sarat filosofi kesetiaan.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR – Delegasi seni dari SMP Athirah Baruga sukses mengukir prestasi gemilang di tingkat regional. Kelompok tari sekolah tersebut berhasil mengamankan gelar Runner-Up pada kompetisi kebudayaan bergengsi, ASIAN ETHNIC GOT TALENT 2026, yang diselenggarakan oleh Inter Model di Jakarta pada 26–27 Juni 2026.

Festival internasional ini menjadi panggung unjuk bakat bagi generasi muda dari tujuh negara di Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Singapura, Thailand, Timor Leste, Brunei, Filipina, dan tuan rumah Indonesia. Di ajang ini, para peserta saling berkompetisi melalui tiga pilar bakat: modeling, olah vokal, dan seni tari.

Kedalaman Emosi Wanita Toraja Pikat Hati Juri Ragam Negara

Kemenangan impresif di kategori tari tersebut diraih oleh formasi lima siswi berbakat yang terdiri atas Afifah, Athirah, Jasmine, Jinan, dan Haura. Alih-alih membawakan tarian modern, mereka secara berani memilih jalur kultural dengan menampilkan koreografi teatrikal bertajuk "To Balu" yang berakar dari tradisi masyarakat tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Karya tari ini merangkum narasi kesetiaan ekstrem seorang perempuan Toraja yang harus kehilangan pasangan hidupnya untuk selamanya. Lewat ekspresi wajah yang sarat emosi, bahasa tubuh yang kuat, musik tradisional yang magis, serta balutan busana adat yang khas, mereka berhasil menggambarkan bagaimana seorang wanita memilih mengasingkan diri dari hiruk-pikuk duniawi demi menjaga kehormatan mendiang suaminya.

Aksi panggung yang penuh penghayatan ini tidak hanya memikat para penonton, tetapi juga mendapat pujian tinggi dari juri internasional. Penampilan mereka dinilai berhasil melampaui sekadar estetika gerak, melainkan mampu menjadi media edukasi budaya Nusantara yang elegan di mata dunia.

Wadah Penjajakan Potensi Generasi Muda di Ranah Global

Selain kategori tari, SMP Athirah Baruga turut mengirimkan tiga perwakilan lainnya untuk memperkuat barisan delegasi Indonesia. Alesya memperlihatkan bakatnya di kategori Singing (vokal), sedangkan Andi Erlangga Amin bersama Dinara tampil di kategori Modeling. Walau langkah ketiganya belum berbuah trofi pada edisi kali ini, keterlibatan mereka membuktikan kesiapan talenta muda lokal dalam bersaing di skala makro.

Kepala SMP Athirah Baruga, Suriana, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa bangga yang mendalam atas perjuangan dan komitmen seluruh anak didiknya di panggung internasional.

"Selamat kepada ananda yang telah mengikuti ajang internasional di bidang tari, lagu, dan model. Kalian bukan hanya membawa nama sekolah, tetapi juga menjadi perwakilan Indonesia. Buktikan bahwa kalian layak berada di panggung internasional tersebut. Manfaatkan ajang internasional ini sebagai sarana saling berbagi ilmu dengan peserta dari berbagai negara, menambah teman, memperluas pengalaman, dan memperkaya wawasan," pesan Suriana.

Keberhasilan membawa pulang peringkat kedua ini mempertegas bahwa seni tradisional dapat menjadi instrumen komunikasi universal yang ampuh untuk memperkenalkan identitas bangsa. Selamat kepada Afifah, Athirah, Jasmine, Jinan, Haura, Alesya, Rangga, dan Dinara—teruslah berkarya dan menginspirasi di panggung dunia!

#SMP Athirah Baruga #Asian Ethnic Got Talent 2026 #Tari To Balu #Seni Toraja #Kebudayaan Sulawesi Selatan #Suriana #Penari Makassar #Inter Model Jakarta #Bakat Anak Bangsa #Prestasi Internasional