Selasa, 19 Januari 2021 09:04

Ketakutan, Puluhan Warga Mamuju Korban Gempa Mengungsi ke Barru

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ketakutan, Puluhan Warga Mamuju Korban Gempa Mengungsi ke Barru

Warga Mamuju yang mengungsi ke Barru berjumlah 42 orang. Mereka tinggal sementara di rumah keluarganya.

RAKYATKU.COM,BARRU - Puluhan warga Mamuju, Sulawesi Barat korban gempa bumi mengungsi ke Kabupaten Barru. Mereka saat ini berada di sebuah rumah warga di Awwerange, Desa Batupute, Kecamatan Soppeng Riaja.

Para pengungsi terdiri atas beberapa keluarga. Selain dewasa, juga ada balita turut jadi korban. Mereka datang Minggu malam (17/1/2021).

Pakaian yang mereka punya seadanya. Belum lagi, ada balita yang membutuhkan perhatian.

Baca Juga : 

"Jumlahnya ada 42 orang keseluruhan. Mereka keluarga dan kerabat istri saya. Semuanya dari Desa Tampalang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju," ungkap pemilik rumah, Andi yang membawa para pengungsi tersebut menyelamatkan diri keluar dari Mamuju.

Andi yang berdomisili di Barru ini mengatakan, awalnya dia berangkat ke Mamuju untuk melihat kondisi mertuanya pasca gempa magnitudo 6,2 meluluhlantakkan Sulawesi Barat.

Ia membawa bantuan bekal makanan. Namun setelah sampai di lokasi di desa yang terbilang terpencil itu, mertua dan keluarga istrinya yang lain sudah tidak mau lagi tinggal dan meminta agar dikeluarkan dari Mamuju. Andi pun merasa kasihan dan memutuskan memboyong mereka.

 

"Saya bersaksi melihat semua kejadian di sana sangat menakutkan. Rumah mertua dan keluarganya yang lain runtuh. Rata dengan tanah. Di samping kiri kanan rumahnya, warga histeris setiap kali ada gempa. Sepanjang jalan yang dilalui di desa itu banyak warga butuh pertolongan. Banyak yang luka-luka. Belum ada medis yang menolong, karena Desa Tampalang lokasinya terpencil. Sekitar 30 kilometer dari ibu kota Kabupaten Mamuju," cerita Andi sambil menangis.

Andi juga bilang, banyak warga di sana masih butuh pertolongan. Mereka yang ada di Desa Tampalang tidak lagi berharap sumbangan makanan, meski membutuhkan, tetapi mereka lebih baik keluar dari Kabupaten Mamuju untuk mengungsi menenangkan diri sampai keadaan aman.

"Di sana sudah tidak aman. Beberapa kali gempa. Mereka semua ketakutan. Saya berharap ada yang memfasilitasi mereka untuk keluar dari Mamuju sementara waktu. Khususnya keluarga istri saya. Kondisi di sana mengkhawatirkan. Belum lagi banyak informasi terdengar akan ada gempa disertai tsunami. Itu yang bikin mereka cemas dan menangis," tuturnya.

Camat Soppeng Riaja, Charly Fischer dan pihak Puskesmas terdekat sudah mendatangi lokasi pengungsian tersebut. Mereka telah berdiskusi dengan para pengungsi, termasuk menginventarisasi kebutuhan dan memantau kondisi kesehatan mereka.

Penulis : Achmad Afandy
#gempa sulbar #barru