Sabtu, 09 Januari 2021 19:02

Ikut Demo di Gedung Capitol, para Perusuh Dipecat dari Pekerjaan

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Foto: Getty Images.
Foto: Getty Images.

“Mari tunjukkan nama dan permalukan mereka!” kata sebuah cuitan di Twitter yang ditujukan khusus untuk insiden itu.

RAKYATKU.COM - Beberapa perusuh yang menyerbu Gedung Capitol Amerika Serikat (AS) dipecat dari pekerjaan mereka. Itu setelah detektif internet memublikasikan identitas mereka.

Departemen kepolisian District of Columbia merilis foto orang-orang dalam bentrok pada Rabu (6/1/2021) waktu setempat dan kemungkinan bahwa mereka dikenai dakwaan.

Enam puluh delapan orang ditangkap setelah pengunjuk rasa yang marah menyerbu gedung itu, memecahkan jendela, merusak perlengkapan dan mencuri perabotan.

Baca Juga : Tunjangan Pengangguran Tinggi, Pekerja di AS Enggan Bekerja Lagi

Biro Penyelidik Federal AS (FBI) juga meminta publik untuk membantunya mengidentifikasi para perusuh, seruan yang mengundang cemoohan di media sosial sehubungan dengan banyaknya liputan dari insiden tersebut, termasuk swafoto yang dikirim oleh peserta dan video pendukung Presiden Donald Trump di hotel-hotel setempat sebelum terjadi serangan.

Beberapa individu yang sebelumnya difoto di acara rapat umum Trump dan pendukung gerakan teori konspirasi QAnon dengan cepat diidentifikasi. Detektif online memfokuskan upaya mereka pada orang-orang lainnya.

 

“Mari tunjukkan nama dan permalukan mereka!” kata sebuah cuitan di Twitter yang ditujukan khusus untuk insiden itu.

Baca Juga : Dokumen Setebal 900 Halaman Bocor, AS yang Danai Penelitian Virus Corona di Lab Wuhan

Salah seorang yang ditampilkan di foto polisi D.C. mengenakan lencana identifikasi kerjanya di dalam gedung Capitol. Dia diidentifikasi dan dipecat oleh perusahaan tempat dia bekerja, Direct Marketing Navistar di Frederick, Maryland.

Sponsored by MGID

Libby Andrews, seorang agen real estat dari Chicago, dipecat oleh @properties. Andrews juga dikeluarkan dari situsnya, meskipun menurutnya, dirinya tidak melakukan kesalahan apa pun dan tidak memasuki Capitol.

“Saya seorang perempuan berusia 56 tahun, mungil. Saya tidak ada di sana untuk menimbulkan masalah. Saya ada di sana untuk mendukung presiden saya,” kata Andrews dalam wawancara.

Baca Juga : Kisah Pemuda Surabaya Jadi Tentara di AS, padahal Dulu Tak Bisa Bahasa Inggris

Andrews mengatakan dia telah menaiki tangga Capitol tanpa menghadapi petugas keamanan, mengirim swafoto dari tempat kejadian di Instagram, menyanyikan lagu kebangsaan dan kemudian meninggalkan tempat itu.

Rick Saccone, asisten profesor di Saint Vincent College di Latrobe, Pennsylvania, mengundurkan diri setelah perguruan tinggi tempatnya mengajar meneliti video yang dipasang di Facebook dari tempat kejadian.

“Sebagai hasil dari penyelidikan itu, Dr. Saccone telah mengajukan dan kami telah menerima surat pengunduran dirinya, berlaku segera,” kata pihak kampus dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga : Kasus Positif Terus Melonjak, Warga yang Divaksin Kini Dapat Insentif Rp1,4 Juta

Paul Davis, seorang pengacara di Westlake, sebuah perusahaan asuransi Goosehead Insurance di Texas, menggunakan akun media sosial untuk menyiarkan partisipasinya di Capitol, dan mengatakan bahwa dia telah disemprot dengan gas air mata.

Seorang juru bicara Goosehead memastikan Davis telah dipecat.

Sumber: VOA Indonesia

Sponsored by advertnative
 
#Capitol Hill #Amerika Serikat