Sabtu, 26 Desember 2020 17:02

Rambut Rontok Jadi Salah Satu Dampak Covid-19

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Kondisi itu bisa berlangsung selama enam hingga sembilan bulan sebelum benar-benar berhenti.

RAKYATKU.COM - Para peneliti mengidentifikasi adanya ciri Covid-19 baru yang bisa dialami oleh pasien, yaitu kerontokan rambut.

Mengutip dari Yahoo! Life, alopecia atau rambut rontok termasuk dalam gejala virus corona.

Hal ini dipublikasikan dalam jurnal medis bernama Open Forum Infectious Diseases yang rilis pada November lalu.

Baca Juga : 

Studi yang dilakukan para peneliti melibatkan 58 pasien. Hasilnya, 24,1% pasien Covid-19 mengalami alopecia. Lima di antaranya adalah wanita, sedangkan sembilan di antaranya adalah laki-laki.

Secara rata-rata, kerontokan rambut terjadi 58,6 hari setelah gejala virus corona muncul.

Rambut rontok bisa terjadi ketika pasien terinfeksi mencuci atau menyisir rambut. Kondisi itu bisa berlangsung selama enam hingga sembilan bulan sebelum benar-benar berhenti. Setelah itu, rambut pasien Covid-19 akan kembali tumbuh secara normal.

 

Penyebab alopecia masih belum diketahui. Namun, faktor terjadinya kondisi tersebut bisa berhubungan dengan alopecia androgenik dan telogen effluvium.

Kondisi itu bisa makin parah karena demam dan rasa sakit akibat infeksi virus corona.

Gejala Virus Corona itu umumnya bisa sembuh sendiri tanpa memerlukan perawatan medis.

Seiring berjalannya waktu, rambut akan kembali tumbuh. Meski demikian, Anda tetap perlu berhati-hati terhadap transmisi Covid-19.

#Covid-19 #Rambut Rontok